Yoomi Park

Ji Min's POV

Sungguh malas rasanya aku melangkahkan kakiku ke sekolah yang baru. Orang tuaku memindahkanku ke sekolah yang notabene sekolahnya ANAK-ANAK ORANG KAYA. Aku tidak sekaya mereka yang bersekolah disana. Memang orang tuaku memiliki bisnis yang lumayan terkenal dan cukup lancar. Tapi kami tidak sekaya mereka. Ya, rata-rata yang bersekolah disana adalah anak pejabat atau anak-anak eksekutif yang orang tuanya selalu tidak ada di rumah. Aku bahkan menyetir mobilku sendiri. Mereka diantar oleh para sopir mereka. Aku benar-benar rindu pada sekolah lamaku.

TRRRTTT TRRRRT *emang begitu yah suara HP geter??#plakk!!*..

Oh,ini pacarku. Aku dan dia sudah 2 tahun berpacaran. Ya,sejak akhir SMP sampai sekarang. Namanya adalah Choi JungHoon. Dia bukan anak orang kaya. Wajahnya tampan bagaikan pangeran. Tapi sayang, dia hanya siswa biasa yang senang nge-band. Dia punya band sendiri bernama FT Island. Orang tuaku sangat menyukai JungHoon.

"Halo?!"
"Halo,JungHoon"
"Kenapa kau lemas begitu,jagi~??Semangatlah!!Jarang-jarang ada yang bisa sekolah disana loh"
"Tapi artinya kan aku ga bisa ketemu kamu lagi!!Aku kangen tau sama kamu!!!Udah 2 hari kita ga ketemu sejak aku pindah kesini!!"
"Oh ya?!Aku juga kangen sama kamu koq..Gimana kalau nanti pulang sekolah aku kesana dan jemput kamu??Kita kencan?!"
"Benarkah???OK!!!Saranghae~"
"Na do saranghae,jagiya~ Wah,aku masuk kelas dulu ya,jagi..Bye~"
"Bye~"

Ok,ini juga saatnya aku masuk ke kelas. Saat aku turun dari mobil,kulihat para murid wanita berlarian menuju gerbang sekolah. Kira-kira ada apa ya?! Mereka bahkan berteriak-teriak seolah-olah Bae YongJoon datang ke sekolah. Aku hanya pergi menuju kelas. Di tengah jalan,aku bertemu 4 murid wanita yang tidak ikut murid lainnya. Aku sekelibat mendengar percakapan mereka.

"Cih~ mereka kembali?!"
"Yah,begitulah..Katanya mereka baru kembali dari Eropa 2 hari yang lalu"
"Mwo?!Jjinjja??Ckckck~ Mereka kapan bisa dewasanya sih??"
"Entahlah,mungkin tidak akan pernah dewasa..Lihat!!Mereka mulai merayu anak-anak gadis itu"
"Aku jijik melihat mereka. Aigoo~ ayo kita kembali ke kelas"

Aku tertegun melihat mereka berempat. Kira-kira siapa ya yang mereka maksud?? Aku memberanikan diri untuk bertanya pada salah satu dari mereka.

"Halo, permisi.. Umm, boleh aku bertanya sesuatu??", tanyaku agak ragu-ragu setelah sedikit menghadang mereka.
"Kau anak baru ya disini?? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Halo,kenalkan namaku MinSoo. Park MinSoo. Dia Lee HanRee, Kang YooRa dan Baek HeeJin. Kau mau bertanya apa pada kami??"
"Anu.. Tapi siapa ya tadi yang kalian bicarakan?? Aku agak sedikit penasaran karena kalian sepertinya membenci orang itu"
"HAHAHAHAHA!!! Maksudmu si B2ST itu?? Cih~ bahkan nama grup mereka itu membuatku mau muntah", jawab HeeJin.
"Tuh lihat mereka datang. Aigoo, malas sekali melihat mereka", kata YooRa.

Aku melihat ke arah mereka melihat. Aku melihat 6 anak laki-laki yang sedang berjalan masuk ke dalam gedung sekolah. Mereka terlihat sangat tampan dengan seragam yang dipakai seadanya.

Yang pertama kali masuk, laki-laki yang sangat gagah. Tubuhnya tinggi tegap. Dia memiliki wajah yang sangat tampan. Matanya tegas. Senyumannya bisa membuat para wanita leleh. Dia memakai lengkap seragamnya. Bahkan sangat rapi.

"Itu DooJoon,kalau kau mau tau. Dia leader dari genk nya yang bernama B2ST itu",selak HeeJin tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

Di sebelah kanan DooJoon,ada seorang laki-laki yang berwajah agak seram namun tampan. Dia hanya memamerkan senyumnya. Dia juga tak banyak bicara seperti yang lain. Kemeja seragamnya dikeluarkan dan dasinya menggantung tak karuan di lehernya. *bisa ngebayangin kan reader?? #digampar*. Jasnya tidak dipakai. Bahkan ia tidak mengancingkan kemejanya sampai dada. Singlet berwarna hitam itu bisa terlihat dengan jelas. Dia membawa jasnya di tangan kirinya. Dia mengunyah permen karet dan sesekali membuat balon (?).

"Kau sedang melihat JunHyung?? Hah,Playboy kelas kakap itu..ckckck",timpal HanRee.

Di sebelah kiri DooJoon,seorang pria yang mukanya sangat lucu menggemaskan seperti anak bayi melihat ke arah kami. Kulitnya sangat putih. Dia memakai seragamnya dengan rapi hanya saja jasnya tidak dipakai. Dia tersenyum pada HeeJin?! Wow..

"Apa-apaan sih YoSeob itu?? Ngapain dia senyum-senyum sama aku?! Ihhh~",kata HeeJin yang mukanya hampir memerah.

Di belakang mereka bertiga,ada seorang pria yang wajahnya sangat cantik. Dia tidak tersenyum,bahkan dia terus menunduk sambil memegangi tengkuk lehernya. Seragamnya dikenakan hampir sama dengan JunHyung. Berantakan. Hanya saja dia mengenakan jasnya.

"Kau lebih baik berhati-hati dengan HyunSeung. Dia selalu menggaet siswi-siswi baru untuk menjadi pacarnya dan setelah itu membuang mereka begitu saja setelah ada murid wanita baru yang muncul. Jangan termakan oleh wajahnya yang innocent",jelas YooRa padaku. Aku hanya menganggukkan kepala.

Teriakan para murid wanita semakin kencang saat 2 pria sedang berjalan masuk sambil bersenda gurau. Yang satu tubuhnya sangat tinggi dan wajahnya seperti orang asing. Mata kami tak sengaja bertemu saat dia sedang tertawa. Ia hanya memperhatikanku lalu kembali berbicara dengan temannya itu. Dia memakai kemejanya dengan rapi tapi tidak mengancingkan bagian leher. Dasinya menggantung dengan seadanya di lehernya.

"DongWoon,murid paling berprestasi disini. Sangat disayangkan dia ikut masuk dalam B2ST. Sejauh ini,dialah yang paling baik",jelas MinSoo.

"Pria disebelah DongWoon,GiKwang..Dia pangeran sekolah ini. Murid-murid wanita hampir semuanya tergila-gila menyukai GiKwang. Anehnya,dia tidak punya pacar sama sekali. Bahkan seorang wanita idola disini ditolaknya",jelas HanRee.

GiKwang tidak mengancingkan kemeja seragamnya. Dia mengenakan singlet berwarna putih dan terlihat sangat kekar. Jasnya juga hanya di pegangi di tangannya.

"Sekarang kau tau mereka?? Mereka yang kami bicarakan tadi. DooJoon adalah anak pemain sepakbola legendaris Korea,JunHyung anak seorang pengusaha terkaya di Seoul,YoSeob anak pemilik sekolah ini,HyunSeung anak seorang dokter terkenal di Korea,DongWoon anak seorang menteri dan GiKwang adalah anak seorang Insinyur terkenal se-Korea",timpal YooRa.

"Informasi lagi untukmu,DooJoon selalu berganti pasangan setiap 2 bulan sekali. JunHyung berganti pasangan setiap 1 minggu sekali. HyunSeung kau sudah tau kan?! Untuk YoSeob,GiKwang dan DongWoon,mereka belum memiliki pacar sampai saat ini tapi tetaplah berhati-hati dengan mereka. Mereka juga seorang playboy. Yang kudengar mereka sering 'tidur' dengan banyak wanita. Euw~ Oh ya, mereka berenam,tinggal di 1 rumah bersama",jelas MinSoo.

Aku hanya mengangguk tanda mengerti. Mereka menawarkan diri untuk menjadi temanku. Aku sangat senang bisa menjadi teman mereka. Apalagi ternyata mereka merupakan anak-anak terpandai di sekolah ini meskipun masih dibawah DongWoon. Mereka juga tidak memandang kekayaan untuk menjadi teman.

MinSoo adalah anak seorang pengusaha emas terkaya di Korea. YooRa adalah anak seorang pengusaha telepon genggam yang terkenal di dunia. HeeJin adalah anak pemilik butik dan salon terkenal di Korea. HanRee adalah anak seorang pengusaha biasa seperti diriku.

Saat aku masuk ke kelas,aku cukup kecewa karena aku tidak sekelas dengan teman-teman baruku itu. Hanya ada 1 hal yang membuatku terperanjat kaget. Aku sekelas dengan 6 cowo tadi. Apa nama genknya tadi?! Beast?? B2ST?? Ya apapun itulah namanya. Oh tidak!! Biarpun sudah 2 hari aku disini tapi ini pertama kalinya aku benar-benar melihat mereka. Pantas waktu itu aku melihat ada 6 bangku kosong. Salah satunya adalah bangku disebelahku.

Kulihat siapa yang duduk disampingku. What?! HyunSeung??? Aku berteriak dalam hati. Kenapa harus dia??? Aku pasti akan jadi sasaran dia berikutnya.

Belum sempat aku beranjak dari tempatku berdiri sekarang,ada laki-laki yang melewatiku sambil tersenyum padaku. Itu DongWoon. Dia berjalan kearah tempat duduk HyunSeung.

"Hey,itu tempatku. Kembalilah ke tempatmu!",kata DongWoon ke HyunSeung.
"Oh,Ok..Oh ya,tapi disebelahmu kan kosong,aku duduk disebelahmu saja ya. Duduk di depan membuatku bosan",jawab HyunSeung.

"Anu..itu kursiku",aku sudah berada di depan mereka. Serentak 4 orang yang membelakangiku langsung membalikkan badan. DooJoon,JunHyung dan YoSeob saling menatap satu sama lain sesaat setelah melihatku. GiKwang hanya kembali berfokus pada buku yang sedang dibacanya. DongWoon tersenyum penuh arti ketika melihatku. HyunSeung juga tersenyum.

"Kau anak baru ya disini??",kata HyunSeung sambil melingkarkan tangannya di pundakku setelah bangkit dari liang kuburnya *author digampar readers* dari tempat duduknya. Oh tidak!! Pasti aku jadi target dia yang selanjutnya.

"Kau duduk denganku?? Itu bagus!! Akhirnya aku punya pasangan!!",kata DongWoon sembari menepukkan tangannya.

"Eh?! Iya aku baru 2 hari ada disini. Permisi,aku mau duduk",kataku sambil menghindari mereka. Aku bisa melihat YoSeob yang sedang duduk di atas meja DooJoon yang tepat berada di seberangku berbisik pada DooJoon. DooJoon hanya tersenyum lalu berbisik pada JunHyung. Tak ada reaksi dari JunHyung. Dia hanya menyunggingkan sedikit senyum. Apa yang mereka bicarakan sih?! Kenapa aku merasa tidak enak begini??

Sementara HyunSeung duduk di depan mejaku, memperhatikanku yang sedang membuka buku pelajaran.

"Hey,cantik. Siapa namamu??",tanya HyunSeung tiba-tiba yang membuatku hampir mati kaget. Dia bilang apa barusan?!

"Ya,siapa namamu??",tanya YoSeob yang tiba-tiba berlutut di samping mejaku sambil menunjukkan wajah aegyonya. Benar-benar seperti anak kucing yang hilang. Imut sekali dia. Ah~ tidak-tidak!! Aku tak boleh termakan oleh wajah mereka!!

"Namaku?! Namaku Goo JiMin",jawabku agak terbata-bata.

"Goo JiMin?! Bisakah nanti kita bertemu di aula setelah pulang sekolah?! Hanya aku dan kau",tanya DooJoon tiba-tiba. Aduh!! Mati aku!! Mau apa dia bertemu denganku setelah pulang sekolah?? Hanya berdua pula!! Choi JungHoon tolong pacarmu ini!!! Teriakku dalam hati.

"Kau tidak menjawab berarti aku menganggapnya sebagai 'IYA'. Kutunggu kau",DooJoon mengatakan itu sambil berbalik badan.

Aku mau menolaknya tapi bel sudah berbunyi. Guru sudah datang dan kami mulai belajar. HyunSeung kembali ke tempat duduknya di depan. DooJoon dan GiKwang duduk bersama di seberangku sedang JunHyung dan YoSeob duduk bersama di seberang DongWoon. Kenapa aku jadi merasa aku terkepung begini??

««««««««««««««««««»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

Aku benar-benar tak bisa berkonsentrasi selama pelajaran. Kata-kata DooJoon selalu terngiang di kepalaku. Bahkan aku tak berani mengatakan itu semua pada keempat teman baruku saat jam istirahat. Kini saatnya bagi kami untuk pulang sekolah. Aku sungguh takut sekarang. DooJoon mengedipkan sebelah matanya padaku. Kepalanya memberi isyarat untuk menemuinya segera di aula. Kulihat ke-5 orang lainnya hanya berjalan keluar.

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada sms dari JungHoon.

From : Choi JungHoon
To : Goo JiMin

Jagi,aku sudah ada di depan sekolahmu. Cepatlah keluar. Aku risih diperhatikan oleh murid-murid wanita disini. Cepat ya..
Saranghae~ <3


Sms dari JungHoon seolah-olah menyelamatkanku. Kalau begitu aku bisa langsung kabur, tak perlu menemui DooJoon.

"Kau sudah punya pacar??",tiba-tiba suara HyunSeung memecahkan pemikiranku.

"Lupakan pacarmu!! Kau pasti akan menjadi milik salah satu dari kami",tiba-tiba lagi suara DooJoon mengagetkanku. Apa katanya?? Aku?? Menjadi milik siapa?? Kata siapaaaa?? Aku tidaaaaakkkk mauuuuuu~!!! Aku sudah berapa kali berteriak dalam hati begini dalam sehari??

DooJoon mengambil telepon genggamku. Dia menyimpannya di dalam sakunya.

"Lebih baik kukatakan sekarang saja ya. Tak usah menunggu pergi ke aula",kata DooJoon yang mulai membuka dasinya dan kancing kemejanya. Gawat dia mau apa denganku?? Aku memejamkan mataku.

"Tak usah takut,cantik. Kami akan baik padamu",kata HyunSeung sambil membelai rambutku. Ya,tinggal DooJoon dan HyunSeung yang ada disini.

Di lorong sekolah yang mulai gelap, DooJoon memojokkanku ke tembok. HyunSeung yang ada dibelakangnya hanya tersenyum melihat 'pemandangan' itu. Tangan kiri DooJoon sudah menempel di tembok. Wajahnya perlahan-lahan mendekati wajahku. Aku bisa merasakan nafasnya di wajahku. Aku mencium wangi shampoo yang dipakai DooJoon.

"Kau.. Mau tidak bekerja di rumah kami?? Kami butuh orang yang bekerja di sana. Rumah kami seperti kapal pecah. Sudah banyak ahjumma yang bekerja disana tapi selalu tak bertahan lama karena merasa kelelahan. Kami ingin memiliki maid yang masih muda",bisik DooJoon. Boleh kuakui bisikan DooJoon terdengar sangat seksi. TUNGGU!!! APA KATANYA BARUSAN?!?! AKU JADI PEMBANTU MEREKA GITU?? DIA GILA APA?? AKU SEKOLAH BUKAN UNTUK JADI PEMBANTU!!! Aku membuka mataku lebar-lebar setelahnya.

"Bagaimana?? Kau mau kan?! Handphonemu baru akan kukembalkan kalau kau menjawab 'iya'. Kalau tidak, ucapkan selamat tinggal pada ponselmu ini. Dan secara kebetulan,aku tau keluargamu. Aku bisa saja menjatuhkan usaha ayahmu itu",lanjut DooJoon setelah menjauhkan wajahnya dari wajahku. Dia sedang mengancamku??

"Beri aku waktu",jawabku pendek.

"Baik. Malam ini,tepat jam 12 malam,kutunggu teleponmu!! Kalau tidak,segera keluar dari sekolah ini karena ayahmu akan bangkrut",kata DooJoon setelah menimbang-nimbang permintaanku. Dia lalu mengembalikan ponselku.

"Ya sudah sana temui pacarmu yang sedang menunggu. Ingat ya,nanti malam kami tunggu teleponmu,cantik",kata HyunSeung sambil melayangkan ciuman dari tangannya *bisa ngebayangin kan?? #digorok*.

Aku segera berlari menuju gerbang sekolah. Saat aku melihat JungHoon, aku ingin sekali menangis. Kenapa harus aku sih yang menerima ini semua?!

JungHoon memelukku saat aku sudah berada di depannya. Dia tersenyum sangat senang saat melihatku. Seperti sudah tak bertemu selama 2 tahun,JungHoon memelukku sangat erat.

"Jagiyaaa~ kau tau tidak?? Aku benar-benar kangen sama kamu!!! 2 hari ini seperti neraka bagiku karena tidak bertemu denganmu. Saat latihan band pun aku selalu tak berkonsentrasi. Ngomong-ngomong,kau cantik sekali mengenakan seragam itu. Sepertinya aku semakin menyukaimu",kata JungHoon yang membuatku tersenyum lebar. Sesaat aku melupakan semua kejadian yang kualami barusan. JungHoon lalu mencium keningku dan membukakan pintu mobilku. Kini dia yang akan menyetir. Kami pergi dan tanpa kusadari ada yang memperhatikan kami dari jauh.

"Goo JiMin. Kau pasti akan jadi milikku"

»»»»»»»»»»»»»»»««««««««««««««««

10 menit lagi menuju jam 12 malam. Aku mulai gelisah. Ini saat tersulit dalam hidupku. Haruskah aku menerima pekerjaan aneh ini?? Aaaaa~ aku tidak mau!!!

"Hey,JiMin. Kau kenapa sih?! Kenapa mukamu pucat begitu??",tanya HongKi teman JungHoon.

Kami sedang berada di cafe dekat sekolahku yang dulu. Aku dan FT Island suka berkumpul bersama di sini. Kami semua memang beda sekolah tapi JungHoon dan anggota yang lainnya itu teman saat SD.

"Iya,jagi. Kenapa kamu?! Apa kamu sakit??",tanya JungHoon dengan cemas.

"Ah,tidak. Oh ya,permisi sebentar ya. Aku mau ke toilet",kataku. Aku akan menelepon si leader B2ST itu. Aku butuh alasan kenapa aku yang mereka pilih.

Aku mulai memencet nomor telepon rumah B2ST. DooJoon tadi memberikan secarik kertas berisikan nomor telepon rumah B2ST padaku sebelum aku pergi ke tempat JungHoon menungguku.

"Halo?!",terdengar suara yang tidak kukenal. Suara siapa ini?? GiKwang atau JunHyung?? Hanya mereka berdua yang belum bicara denganku.

"Halo..anu..ini rumah B2ST ya??"
"Iya..ini siapa ya?? Mau bicara sama siapa??"
"Ah,aku JiMin. DooJoon ada??"
"JiMin?! Anak baru tadi?? Ada. Sebentar ya. DooJoon~!!!"

Aku mendengar DooJoon berteriak dan menyebut nama GiKwang. Ah,berarti tadi yang menjawab teleponku adalah GiKwang.

"Halo?! Siapa sih yang telpon malam-malam begini?? Ganggu saja lagi tidur!!",gerutu DooJoon diujung sana. Dasar leader sialan!! Tadi siapa yang nyuruh aku telepon jam 12 malam?? Aku ingin sekali marah dan menjambak rambut DooJoon. *Author digampar bolak-balik sama Yooniques -__-v*

"Ini aku,JiMin!!! Kau sudah lupa ya?? Baiklah kalau gitu, ga ada yang bisa kita bicarakan lagi karena kau sudah lupa",kataku pada DooJoon.

"Ah~ JiMin. Hehehe..maaf aku lupa. Jadi?! Apa jawabanmu??"
"Sebelum aku jawab,aku mau tanya kenapa harus aku?? Murid wanita yang lain kan banyak"

"Cih~ mereka hanya tau shopping,dandan dan merayu kami. Mereka itu manja. Saat kami melihatmu,kami yakin kau adalah orang yang cocok karena kau tidak terlihat seperti mereka. Bagaimana?? Puas dengan jawabanku??"
"Hmm..Baiklah. Kuterima jawabanmu. Tapi masih ada yang mengganjal sepertinya"

"Apa?!Ah,sudahlah..apa jawabanmu??"
"Hmm?? Jawabanku?? Kalau aku jawab tidak bagaimana??"

"Tidak mau?? Itu gampang. Ayahmu akan bangkrut, kau harus segera keluar dari sekolah, pacarmu akan jatuh ke tangan kami"
"HAH?? Kenapa pacarku jadi ada sangkut pautnya??"

"Kenapa?? Kenapa ya?? Pokoknya dari antara kami ada yang tidak suka kalau kau punya pacar. Apalagi sepertinya pacarmu itu akan debut sebagai artis kan?? Bandnya?? FT Island?? Kami bisa saja menghancurkan karirnya ke depan. Bagaimana??"

"Kenapa sih kalian itu?? Kalian kesannya seperti benar-benar memaksaku!!! Seolah-olah aku ini harus menjadi milik kalian!! Lagipula aku penasaran siapa yang tidak menyukaiku memiliki pacar?? Apa dia menyukaiku hah??? SIAPA???", oke, nada bicaraku semakin tinggi sekarang. Aku sudah kehilangan kesabaran. Tangisanku hampir pecah.

"Hei hei..sabarlah.. Aku tak bermaksud begitu. Tapi kami mohon padamu agar kau bisa menjaga kami. Mungkin kau melihat kami sebagai anak-anak nakal tapi sungguh kami tak lebih dari manusia biasa"

Entah kenapa aku tersentuh mendengar kata-kata DooJoon tadi. Sepertinya ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Aku jadi tidak tega untuk menolak. Aku tau resiko apa yang akan aku dapatkan bila mengikuti keinginan mereka. Orang tuaku pasti akan marah besar. Teman-teman baruku mungkin akan meninggalkanku. Ok, demi JungHoon juga, kuputuskan untuk menerima tawaran mereka. Lagipula, aku menjadi penasaran dengan mereka berenam. Seperti ada rahasia khusus yang mereka tutup-tutupi dari publik. Tiba-tiba entah darimana datangnya perasaan ini, aku menjadi semakin ingin tahu tentang mereka berenam.

"Baiklah. Aku akan bekerja untuk kalian. Berikan syarat-syaratnya dan ingat! Aku ingin dibayar dan tidak bekerja secara gratis. OK?!"

"Benarkah?! Terima kasih, JiMin. Aku tau kau pasti akan menerimanya. Syarat no. 1, PUTUSKAN PACARMU"

"Hah?! Kau gila?? Alasan apa yang harus kukatakan padanya kalau tiba-tiba aku putus dengannya?? Lagipula memang apa salahnya kalau aku punya pacar?? Apa ada hubungannya??". OK, Evil DooJoon is back!!

"Tentu ada!! Kau tidak akan bisa berkencan karena waktumu akan tersita habis oleh kami berenam. Kau lebih memilih ingin diputuskan olehnya dibandingkan kau yang memutuskannya?? Terserah kau. Tapi kami benar-benar tidak ingin melihatmu patah hati lalu tidak bisa bekerja dengan benar"
"Ok, baiklah aku akan berusaha bicara padanya. Tapi aku tak jamin kalau aku bisa memutuskannya"

"3 hari. Kuberi kau 3 hari untuk bisa putus darinya. Kalau sampai 3 hari kau belum putus, jangan salahkan kami jika kami yang turun tangan"
"DEAL!! Lalu apa syarat berikutnya??"

"Ok, syarat no. 2, TINGGALKAN RUMAHMU, TINGGAL BERSAMA KAMI"
"APA????? Kau benar-benar gila!!!"

"Kau harus tinggal bersama kami selama bekerja untuk kami. Seperti yang kukatakan barusan, kau tak akan ada waktu untuk kembali kerumah karena semua waktumu akan tersita oleh kami"
"Lalu apa yang harus aku katakan pada orang tuaku?? Masa aku tiba-tiba minggat dari rumah??"

"Kalau untuk itu, kami yang akan mengurusnya. Kau hanya tinggal mengemasi barang dan segera pindah kerumah kami. HyunSeung yang akan menjemputmu"
"Baiklah. Apalagi syaratnya??"

"Syarat terakhir, jangan pernah beritahu orang-orang sekolah kalau kau tinggal bersama kami. Kau boleh dekat dengan kami tapi jangan sampai yang lain tau kalau kau tinggal dengan kami. Kami takut kalau nantinya kau akan disakiti oleh para murid wanita yang lainnya. Juga jangan sampai apa yang kau lihat dirumah kami kau beberkan. Pasti akan ketahuan kalau kau keceplosan"
"Itu saja??"

"Lalu kau mau syarat apalagi??"
"Itu sudah cukup. Lalu kau akan membayarku berapa??"

"Pertanyaan bagus. Kami sudah mensepakati kalau kami akan membayar kau dengan 'Apapun yang kau minta akan kami kabulkan'"
"BENARKAH??????? BAIKLAH!!! DEAL!!!"

"DEAL!!! Besok, HyunSeung akan menemui orang tuamu setelah sekolah. Lalu siap-siaplah pindah. Ok, sampai sini dulu pembicaraan kita. Sampai bertemu di sekolah besok. Jangan lupa, putuskan segera pacarmu!!", DooJoon langsung menutup teleponnya.

Ok, semua syaratnya gampang hanya yang paling berat adalah memutuskan JungHoon. Aku sangat menyayangi dia. Melukai hatinya?? Aku tidak bisa dan tidak tega. Aduh, aku harus bagaimana ini?? Apa iya aku harus menunggu sampai 3 hari?? Aduh~!!!

TRRRRT TRRRRTTTT. Handphoneku bergetar saat aku hendak keluar dari toilet. Ada sms. Nomor siapa ini?? Aku tidak mengenalnya.

From : 0974-675-xxxxx
To : Goo JiMin

Halo, JiMin. Ini aku HyunSeung. Aku minta alamat rumahmu donk. Aku berencana bolos besok untuk ke rumahmu. Jadi tak perlu menunggu sampai pulang sekolah. Terima kasih. <3<3


Wow, HyunSeung?? Tau darimana dia nomor handphoneku?? Hahaha.. Pertanyaan bodoh. Untuk apa aku bertanya begitu?? Apa sih yang ga bisa dilakukan oleh keenam tuan muda a.k.a pria-pria nakal itu?? Mereka bisa menyuruh orang melacak nomorku kan?! Hahahaha.. Kau sungguh bodoh, JiMin.

Aku membalas dengan segera sambil berjalan kembali ke meja tempat FT Island duduk. Setelah aku mengirim balasan untuk HyunSeung, aku melihat muka JungHoon. TIDAK!!! Ini dia masalah bagiku. Bagaimana aku harus putus dengan dia?? 2 Tahun bukanlah waktu yang sangat singkat. Ya, 2 tahun sudah kami bersama. Bagaimana aku tega menyakiti hatinya??

TRRRTTTT TRRRRRT. Aigoo~ lagi-lagi handphoneku bergetar. Siapa lagi kali ini yang sms?? Nomornya lagi-lagi tak kukenal. Nomor HyunSeung baru saja kusimpan jadi ini tak mungkin dia.

From : 0975-214-xxxx
To : Goo JiMin

JiMin, kalau kau butuh bantuanku untuk memutuskan pacarmu, aku bisa membantumu. -Yong JunHyung-


WOW!!! Pria yang tidak bicara sama sekali denganku hari ini dengan mengejutkan ingin membantuku menyelesaikan masalah bagaimana cara memutuskan JungHoon??

TRRRRTTT TRRRRT. Ya ampun, aku belum sempat membalas JunHyung, sudah ada masuk lagi sms?? Lagi?? Nomor tak dikenal?? Siapa kali ini?? DongWoon?? GiKwang?? DooJoon?? YoSeob??

From : 0975-354-xxx
To : Goo JiMin

Annyeong, JiMin. ^__^ Ini aku YoSeob. Apa kabar?? Kudengar kau mulai besok bekerja di rumah kami ya?? Aku senang mendengarnya. =)) Aku tak sabar ingin bertemu denganmu. See you tomorrow. -Yang YoSeob-


Wow..Ada sms lagi..Tebakanku, kali ini DongWoon.

From : 0974-265-xxxx
To : Goo JiMin

Hai, kawan sebangku. Kekeke.. Ini aku DongWoon. Bagaimana kabarmu?? Kudengar kau sudah punya pacar ya?? Aku sedih mendengarnya. Tapi ingat, aku siap membantumu loh kalau kau butuh bantuan untuk memutuskan pacarmu itu. Ok, jangan segan-segan ya bertanya padaku dan meminta bantuanku. Aku pasti akan langsung pergi ke tempatmu berada. Ok?! Cepat tidur ya.. Mimpikan aku kalau bisa ya. Hahaha.. Love you~ <3


Aku tersedak membaca kalimat terakhir DongWoon. LOVE YOU??? JungHoon dan teman-temannya sedari-tadi memperhatikanku. Ya, aku tersenyum-senyum membaca sms mereka. Tiba-tiba 2 sms masuk sekaligus. Ini pasti GiKwang dan DooJoon.

From : 0974-114-xxxx
To : Goo JiMin

Hai. Aku GiKwang. Salam kenal ya. Semoga hari-harimu bersama kami tidak akan menjadi hari-hari seperti di neraka. HWAITING~!!!


From : 0975-325-xxxx
To : Goo JiMin

JiMin, ini aku DooJoon. Kau sudah mendapatkan semua nomor kami kan?? Jangan segan-segan meminta pertolongan atau bantuan kami. Biarpun kau akan bekerja di rumah kami, kami tidak bisa membiarkanmu kesulitan sendirian. Karena kau, mulai besok, adalah TUAN PUTRI kami. Kau tak akan bekerja sendirian. Kami tentu saja akan membantumu. Sudah, simpan semua nomor kami, lalu istirahatlah. Kau akan lelah besok pagi. Sampai jumpa. -Yoon DooJoon-


Hei, mereka tidak seburuk yang kupikirkan. Mereka memiliki hati yang baik kupikir. Tak ada salahnya menelaah lebih jauh tentang mereka. Mereka tampak berbeda seperti saat di sekolah. Ya, kuharap begitu. Besok, hari pertamaku untuk tinggal bersama keenam pria itu. Kuharap semuanya akan lancar-lancar saja.

Hanya satu masalahku sekarang. CHOI JUNGHOON. Bagaimana ini?? Aku melihatnya. Dia tersenyum padaku. Ah~!!! Aku benar-benar tidak tega menyakiti hatinya!!!! Apa perlu aku minta bantuan dari keenam pria bandel itu?? Haruskah??? T_______T

--TO BE CONTINUED--
Yoomi Park
“Hyunseung oppa, janji yah kau tidak akan meninggalkanku selamanya”
“Oh, tentu saja. Aku akan selalu melindungimu apapun yang terjadi sampai aku mati. Aku berjanji”
“Sungguh??Benar??Aku benar-benar sayang oppa!! Terima kasih,oppa!!”

******

HyunSeung terbangun dari tidurnya. Dia melihat dua teman sekamarnya yang telah rapi dengan pakaian mereka. Dia lupa kalau hari ini adalah hari pertama mereka masuk kuliah. Setelah masuk ke asrama kampus 2 minggu yang lalu, dia langsung akrab dengan teman-teman sekamarnya, Yoon Doo Joon dan Yong Jun Hyung. Mereka pun akrab dengan tiga orang lainnya yang juga satu paviliun dengan mereka di asrama kampus itu. Mereka adalah Yang Yo Seob, Lee Gi Kwang dan Son Dong Woon. Mereka ber-enam bertemu saat orientasi mahasiswa baru di Seoul University dan langsung akrab karena mereka mengikuti jurusan yang sama yaitu, akting. Paviliun yang mereka tempati adalah paviliun khusus bagi anak-anak yang cukup “ber-uang”. Paviliun mereka memiliki 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang tamu, dapur, ruang makan dan ruang belajar bersama. Kamar pertama yang berada di dekat ruang tamu ditempati oleh Yo Seob dan Doo Joon. Kamar kedua yang berada di seberang kamar pertama di tempati oleh Jun Hyung dan Gi Kwang. Kamar terakhir yang berada dekat ruang belajar ditempati oleh Hyun Seung dan Dong Woon.

“YA!! Dasar kau pemalas, Jang Hyun Seung!!! Cepat bersiap-siap!!! Kelas sebentar lagi akan dimulai!!”, omel Jun Hyung yang melihat Hyun Seung keluar dari kamar dengan berantakan.Muka Hyun Seung terlihat pucat dan mengeluarkan banyak keringat di tubuhnya. Dia berjalan menunduk.

“Apa kau mendapatkan mimpi yang sama lagi, Hyun Seung??”, Doo Joon bertanya pada Hyun Seung yang berjalan sempoyongan. Doo Joon adalah yang paling tua di paviliun itu. Dia paling dewasa di antara mereka.

“Ah, iya. Aku bingung mengapa aku selalu bermimpi seperti itu setiap hari sejak aku tiba di Seoul. Aku tidak pernah tenang saat bangun, seperti ada yang menghantuiku dan selalu membuat hatiku tidak tenang mengkhawatirkan sesuatu”, Hyun Seung menatap mata Doo Joon dengan suatu kesedihan yang terpancar dari matanya.

Doo Joon menepuk pundak Hyun Seung dan memberikan semangat. Hyun Seung tersenyum pada Doo Joon dan berterima-kasih padanya. Sementara Doo Joon sedang bersiap-siap untuk pergi sarapan dengan Jun Hyung di cafetaria kampus, Hyun Seung segera berjalan menuju kamar mandi sambil menyeret handuknya. Yo Seob keluar dari kamarnya dan mendapati Hyun Seung yang belum mandi.

“Aigoo, Hyun Seung. Kau itu.. Cepatlah mandi. Kalau tidak nanti akan terlambat masuk ke kelas. Ingat, hari ini adalah hari pertama kita masuk kuliah. Kudengar dosen kita hari ini sangat galak loh?! Ya sudah ya, aku duluan. YA!!! YONG JUN HYUNG!!! YOON DOO JOON!! TUNGGU AKU!!! AKU IKUT KE CAFETARIA!!”, teriak Yo Seob yang hampir memekakkan telinga Hyun Seung.

“Ya!! Kau bisa berteriak setelah menjauhi aku kan?! Suaramu itu kencang sekali!!! Dasar kau!!”, omel Hyun Seung sambil memegang telinga kirinya dan memukul kecil kepala Yo Seob. Yo Seob hanya tertawa kecil lalu menghampiri kedua temannya itu.

***

Hyun Seung sudah selesai berpakaian namun dia tidak sempat untuk sarapan. Kelas akan dimulai 10 menit lagi dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke kampus adalah sekitar 15 menit. Dia tahu kalau dia akan terlambat 5 menit. Sementara ke-lima temannya itu sudah berada di kelas, Hyun Seung masih berlarian di koridor kampus. Ponselnya bergetar tiba-tiba. Dia melihat ponselnya lalu berhenti berlari. Dia benar-benar melihat nama yang meneleponnya. Dia tersenyum lalu segera mengangkatnya.

“Oppa?? Kenapa kau lama sekali menjawab telponku?? Aku sudah meneleponmu hampir 10 kali tapi tidak kau jawab-jawab. Kau terlambat?? Kau payah sekali, sih!! Ugh...”,omel seorang wanita diujung sana. Hyun Seung hanya tersenyum mendengar suara itu. Dia begitu merindukan suara itu. Sudah hampir 2 minggu dia tidak mendengar suara lembut itu. Dia melanjutkan larinya setelah melihat jam.

“Ah, maaf, Chae Hee-ya. Oppa memang terlambat. Oppa akan telepon kamu lagi nanti, ya. Kelas akan segera dimulai”,katanya sambil terengah-engah.

“Kau memang tidak pernah berubah. Baiklah, kutunggu teleponmu ya. Berjuanglah di hari pertamamu!! Itu yang ingin kukatakan sebenarnya. Hahaha. Dan juga, aku rindu oppa. Oke, sampai nanti!!!”, wanita bernama Chae Hee itu segera menutup teleponnya setelah sedikit menyemangati Hyun Seung.

Sesampainya di kelas, Hyun Seung langsung duduk di samping Dong Woon, salah satu temannya yang paling muda. Dia beruntung karena dosennya belum datang. Dengan nafas yang tersengal-sengal dia menaruh kepalanya di meja. Dong Woon hanya tersenyum melihat temannya itu. Gi Kwang yang akhirnya menoleh ke tempat Dong Woon ikut tersenyum melihat Hyun Seung yang memejamkan matanya karena kelelahan. Doo Joon, Jun Hyung dan Yo Seob juga melihat ke arah Hyun Seung setelah Gi Kwang memberi-tahu mereka kalau teman mereka sudah sampai.

Doo Joon segera menghampiri Hyun Seung lalu menepuk kecil pundak temannya itu. Hyun Seung membuka matanya lalu bangun. Dia tersenyum pada Doo Joon yang memberikan air minum padanya. Dengan segera dia meminum air itu. Dia terus-terusan tersenyum. Kata-kata Chae Hee terngiang-ngiang terus di kepalanya. Ya, Hyun Seung menyukai Chae Hee.

Chae Hee adalah teman Hyun Seung semasa kecil karena mereka adalah tetangga. Chae Hee adalah gadis yang sangat cantik. Tubuhnya tinggi semampai dengan pinggulnya yang sangat kecil. Rambutnya yang berwarna coklat kemerahan itu selalu dibiarkannya terurai walau terkadang saat sedang berolahraga atau melukis diikat olehnya. Chae Hee adalah murid wanita terpopuler di sekolahnya namun dia tidak pernah punya pacar. Chae Hee memiliki banyak keahlian di bidang seni. Dia bisa melukis, bermain piano, biola, bahkan dia bisa bernyanyi. Suaranya sangat merdu untuk didengar. Chae Hee juga berbakat di bidang olahraga. Karena tubuhnya yang tinggi semampai, dia pandai bermain basket dan volley. Dia juga adalah murid terpintar di sekolahnya.

Perbedaan umur Hyun Seung dengan Chae Hee tidak terpaut jauh. Hyun Seung lebih tua satu tahun dari Chae Hee. Chae Hee saat ini masih bersekolah di Nam Hyun Art High School. Chae Hee akan segera lulus dari sekolahnya dan akan mengikuti Hyun Seung melanjutkan kuliah di Seoul University di bagian Seni.

Hyun Seung sudah menyukai Chae Hee sejak 3 tahun yang lalu saat Chae Hee hendak lulus dari sekolah menengah pertamanya. Hyun Seung menyukai Chae Hee sejak dia melihat Chae Hee sedang bermain basket bersama teman-teman sekolahnya di lapangan sekitar kompleks perumahan mereka. Itu pertama kalinya Hyun Seung melihat Chae Hee bermain basket. Dia semakin menyukai Chae Hee ketika tahu kalau Chae Hee adalah kapten tim basket putri di sekolahnya. Dia melihat sisi lain dari Chae Hee yang biasanya terlihat anggun. Hyun seung selalu tidak percaya diri untuk menyatakan cintanya pada Chae Hee yang sudah dipendamnya selama 3 tahun terakhir.

Hyun Seung yang sedari-tadi tersenyum karena kata-kata Chae Hee, “Aku rindu oppa”, terus terngiang di telinganya, tak menyadari kalau dosennya sudah datang dan sudah mulai mengajar. Hyun Seung benar-benar tidak fokus pada pelajaran pertamanya.

“Hyung!! Hyung!! Kau kenapa?? Kenapa dari-tadi tersenyum tidak jelas begitu??”,tegur Dong Woon yang mulai takut dengan sikap temannya itu.

“Oh?! Ah, tidak apa-apa. Kapan kelasnya selesai??”, lamunan Hyun Seung buyar.


“Ya ampun! Kelas saja bari dimulai 30 menit yang lalu dan kau bertanya kapan selesai?? Masih ada 2 jam 30 menit lagi, hyung!! Kau ini bagaimana sih?? Masa tidak lihat jadwal?? Lagipula kita masih ada mata kuliah berikutnya dan menghabiskan 2 jam di kelas”, jelas Dong Woon panjang lebar. Hyun Seung hanya bengong mendengar penjelasan Dong Woon. Itu artinya masih butuh sekitar 5 jam lagi untuk bisa menelepon Chae Hee. Hyun Seung membenarkan posisi duduknya dan merasa kecewa.

5 Jam berlalu. Hyun Seung yang memasang muka kusut sedari-tadi akhirnya kembali tersenyum. Dia segera berlari ke paviliun sambil memencet tombol nomor 1 pada ponselnya. Teman-temannya hanya bisa memandanginya dengan heran. Mereka tak pernah melihat Hyun Seung seperti itu. Mereka langsung bisa menebak pasti seorang gadis dan itu artinya Hyun Seung sedang jatuh cinta. Doo Joon hanya tersenyum. Dia tahu mengenai gadis itu karena Hyun Seung sering menceritakan tentang gadis itu pada Doo Joon. Doo Joon tahu kalau gadis itu sangat baik walau dia belum pernah bertemu dengan gadis itu.

“YA, LEE CHAE HEE!!! Kenapa kau lama sekali menjawab teleponku??”, kata Hyun Seung pada wanita yang ada di ujung telepon sambil merebahkan dirinya di tempat tidur.

“Oh?! Oppa?? Maaf yah. Tapi aku sedang ada tamu. Tak enak kalau bicara di telepon saat ada tamu di rumah. Nanti kutelepon lagi deh. Ok, oppa?!”

“YA!! Tamu kau bilang?? Laki-laki??”, Hyun Seung agak sedikit tak tenang atau bisa di bilang dia sedang cemburu setelah tak sengaja mendengar suara laki-laki yang memanggil nama Chae Hee di ujung sana.

“Oh?! Iya. Dia anak teman ayah. Kami seumuran dan satu sekolah. Kau tau tidak oppa?! Dia akan menikah loh tahun depan!! Mereka kesini untuk mengantar undangan. Memang sih, mereka dijodohkan. Kasihan dia. Padahal masih kecil tapi harus ikut kemauan ayahnya menikah dengan wanita yang lebih tua pula. Ya walaupun hanya beda 1 tahun sih. Eeeh, kenapa aku jadi cerita-cerita sama oppa?? Ya sudah ya. Nanti kuhubungi lagi. Bye~!”, Chae Hee menutup teleponnya dengan segera.

Ada sedikit kelegaan di hati Hyun Seung saat Chae Hee mengatakan kalau mereka kesana hanya untuk mengantar undangan. Itu artinya Chae Hee masih single dan dia masih ada kesempatan untuk menyatakan perasaannya. Satu-satunya hal yang ditakutkan Hyun Seung adalah ayah Chae Hee. Walaupun keluarga mereka dekat dan ayah Chae Hee juga dekat dengannya, dia selalu takut tidak diterima oleh ayah Chae Hee karena ayah Chae Hee mencari menantu laki-laki yang juga berlatar belakang seorang pengusaha. Keluarga Hyun Seung memang kaya-raya karena ayahnya adalah pengusaha terkenal seperti ayah Chae Hee. Namun, Hyun Seung sendiri memiliki mimpinya sendiri. Dia ingin terjun ke dunia entertainment. Dia tahu kalau ayah Chae Hee tidak akan suka jika anaknya menikahi seorang superstar. Tapi kali ini tekad Hyun Seung untuk menyatakan perasaanya pada Chae Hee sudah bulat. Dia akan mengatakannya pada saat libur musim dingin yang akan datang sekitar 3 bulan lagi.

***

3 Bulan Kemudian

Seluruh murid-murid yang ada di Korea baik yang masih bersekolah ataupun sudah kuliah, akan menghabiskan masa liburan musim dingin mereka selama 1 bulan. Ini merupakan moment yang sangat mereka nantikan setelah liburan musim panas selama 3 bulan. Semua murid sudah menyiapkan banyak rencana untuk menghabiskan waktu saat liburan mereka tak terkecuali para murid pria yang ada di Seoul University itu.

Jun Hyung yang sudah memiliki kekasih bernama Kang Min Ji, akan menghabiskan liburannya bersama sang kekasih di Pulau Jeju. Mereka tidak pergi berdua saja. Gi Kwang dan kekasihnya, Baek Seung Mi juga Yo Seob dan Dong Woon akan ikut.

Gi Kwang dan Seung Mi bertemu di cafetaria kampus saat makan siang 2 bulan yang lalu. Seung Mi yang menyukai Gi Kwang terlebih dulu, terus-terusan mengejar Gi Kwang dan berhasil mendapatkan hati Gi Kwang. Mereka resmi berpacaran 1 bulan yang lalu. Seung Mi merupakan siswi fakultas hukum. Seung Mi adalah siswi terpandai di fakultasnya. Seung Mi tidak begitu cantik dan menarik tapi karena hatinya yang baik, Gi Kwang akhirnya jatuh hati padanya. Satu-satunya hal yang sangat disukai Gi Kwang dari Seung Mi selain hatinya yang baik adalah suara emas nan merdu milik Seung Mi. Gi Kwang sangat senang mendengarkan kekasihnya itu saat sedang bernyanyi.
Lain dengan Jun Hyung dan Min Ji. Mereka bertemu di dekat tempat kerja Min Ji yaitu mini-market milik kampus sekitar 3 bulan yang lalu. Min Ji yang saat itu sedang bekerja sambilan di sana, tak sengaja menyiram Jun Hyung yang sedang lewat dengan air bekas dia mengepel lantai mini-market. Berapa-kalipun Min Ji meminta maaf, Jun Hyung tidak pernah memaafkannya malah selalu mengerjai Min Ji walaupun dia hanya menyuruh orang-orang untuk mengerjai Min Ji. Hingga akhirnya, Min Ji yang kehilangan kesabaran menghampiri Jun Hyung lalu menamparnya. Jun Hyung yang tidak tahu kalau Min Ji adalah cucu dari pemilik Seoul University, membawa Min Ji ke ruang rektor untuk mengadukan perbuatan Min Ji. Pada akhirnya, justru Jun Hyunglah yang kena hukuman karena sang rektor tahu kalau Min Ji adalah cucu dari pemilik universitas yang juga adalah murid fakultas seni.

Entah kenapa, Jun Hyung selalu menghindar saat berpapasan dengan Min Ji di kampus. Dia selalu merasakan detak jantungnya yang tak beraturan jika melihat Min Ji setelah malam pesta dansa yang di laksanakan 2 bulan yang lalu. Min Ji saat itu memakai gaun pendek berwarna biru muda yang memperlihatkan kulit punggung dan lengannya yang putih mulus. Rambut Min Ji yang digelung memperlihatkan lehernya yang jenjang dan sangat menawan. Wajah Min Ji juga sangat terlihat cantik dengan make-up natural yang dipakainya. Malam itu, Min Ji benar-benar terlihat anggun dan menawan. Jun Hyung terbelalak melihat Min Ji yang seperti itu hingga akhirnya dia jatuh cinta pada Min Ji. Tak lama berselang, Jun Hyung menyatakan perasaanya pada Min Ji lalu mereka menjadi sepasang kekasih.

Mereka akan berangkat ke pulau Jeju 3 hari lagi dan sedang bersiap-siap dengan bawaan mereka masing-masing. Doo Joon dan Hyun Seung masih belum memutuskan ingin pergi kemana. Mereka tak mau ikut ke pulau Jeju karena mereka sudah bosan ke pulau Jeju.

Tiba-tiba Hyun Seung ingat akan tekadnya untuk menyatakan perasaan pada Chae Hee. Dia langsung mengepak-ngepak barangnya. Dia ingin pulang ke rumahnya dan melepas rindu yang sudah dipendamnya selama 4 bulan. Mereka hanya berhubungan lewat telepon dan itu masih belum cukup bagi Hyun Seung. Dia ingin melihat wajah Chae Hee.

Doo Joon yang melihat Hyun Seung sedang mengepak barang-barangnya terlihat heran. Dia menghampiri Hyun Seung yang sedang merapikan barang-barangnya itu. Dia menepuk pelan pundak Hyun Seung yang sedang memakai ear-phonenya.

“Hyun Seung, kau mau kemana?? Sudah dapat tempat untuk berlibur??”

“Uhm.. Ya, kurasa aku sudah dapat tempat berlibur. Ada apa?? Kau belum dapat tempat??”

“Ya, aku belum menemukan tempat untuk menghabiskan liburanku”

“Kenapa kau tak pulang saja ke rumah?? Kau tak rindu pada keluargamu?? Aku saja akan kembali ke rumah. Aku rindu keluargaku”

“Oh?! Tidak bisa. Orang tuaku sedang pergi untuk urusan bisnisnya dan kakak perempuanku sedang sibuk dengan pekerjaannya. Di rumah aku hanya akan berdiam diri saja. Tak ada satupun anggota keluarga di rumah. Menyebalkan sekali, bukan?! Hey, bagaimana kalau aku ikut kau saja?? Sekalian aku ingin kenal dengan keluargamu”.

Hyun Seung berpikir sejenak dan akhirnya ia mengiyakan kemauan Doo Joon. Hitung-hitung sekalian dia ingin mengenalkan Doo Joon pada adik perempuannya yang sebaya dengan Chae Hee. Siapa tahu adiknya akan suka dengan Doo Joon. Doo Joon segera kembali ke kamarnya dan merapikan semua barang-barang yang akan dibawanya ke rumah Hyun Seung. Dia sangat senang akhirnya bisa pergi berlibur biarpun hanya menginap di rumah temannya ketimbang pulang ke rumahnya yang sepi tak ada orang itu.

Setelah selesai bersiap, Hyun Seung dan Doo Joon segera pamit pada empat orang teman mereka lalu pergi meninggalkan paviliun. Mereka mengendarai Porsche Carrera GT Silver milik Hyun Seung.

Setibanya di rumah Hyun Seung yang tidak begitu jauh dari Seoul University, Doo Joon segera menyapa keluarga Hyun Seung yang sudah menunggu di depan rumah untuk menyapa Hyun Seung yang mereka rindukan. Hyun Seung sendiri tidak langsung masuk ke rumah. Dia segera berlari ke rumah Chae Hee yang berjarak hanya beda 3 rumah dari rumahnya. Namun, hanya rasa kecewa yang didapatnya. Chae Hee tidak berada di rumah. Dia kembali ke rumahnya dengan sedih.

“Oppa, mencari Chae Hee ya??”, tanya Geu Rim, adik perempuan Hyun Seung saat melihat kakaknya masuk ke dalam rumah sambil tersenyum iseng pada kakaknya itu.

“Hmm.. Dia tak ada di rumah. Kemana dia??”

“Chae Hee belum pulang sekolah, oppa!! Ini kan hari terakhirnya di sekolah sebelum libur musim dingin!! Lihat saja jam!! Ini masih jam 10 pagi, oppa!!”, tawa Geu Rim. Geu Rim tahu kakaknya sangat menyukai Chae Hee.

“Ah, iya!! Aku yang terlalu bersemangat ingin sekali bertemu dengannya. Ya sudah nanti sore aku akan kesana lagi. Sudah ya, oppa istirahat dulu. Omma, appa.. Apa kabar?? Aku sudah pulang”, kata Hyun Seung sambil masuk ke kamarnya.

Saat di kamar, Hyun Seung melihat Doo Joon yang sedang memperhatikan foto-foto yang terpampang di meja miliknya. Doo Joon berhenti di satu bingkai foto. Matanya lurus kearah foto tersebut. Hyun Seung mengikuti arah mata Doo Joon. Foto itu adalah foto Hyun Seung bersama Geu Rim dan Chae Hee.

“Kenapa?? Cantik ya??”, tanya Hyun Seung pada Doo Joon sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya yang besar itu. Dia mengira kalau Doo Joon melihat kearah adiknya.

“Ya,cantik. Sangat cantik”, jawab Doo Joon tak berkedip dari foto tersebut.

Hyun Seung terlelap dalam tidurnya. Doo Joon yang sama sekali tidak mengantuk memutuskan untuk berkeliling di sekitar kompleks perumahan Hyun Seung. Saat dia berjalan di taman dekat rumah Hyun Seung, dia menabrak seseorang. Dia meminta maaf pada gadis yang ditabraknya dan menolong gadis itu untuk berdiri. Saat Doo Joon melihat wajah sang gadis, matanya terbelalak. Dia adalah wanita yang ada di foto Hyun Seung tadi. Doo Joon merasakan detak jantungnya yang menjadi cepat ketika melihat gadis itu tersenyum padanya. Tak lama, gadis itu pergi meninggalkan Doo Joon dan berlari kearah rumahnya. Doo Joon masih tak bergerak dari posisinya. Dia tidak tahu kalau itu adalah Chae Hee, wanita yang sangat dicintai temannya. Kini, dia merasa kalau sepertinya dia menyukai gadis itu.

Sore hari, Hyun Seung yang baru bangun dari tidurnya yang cukup lama itu tidak menemukan Doo Joon di rumahnya. Dia melihat jam dan langsung masuk ke kamar mandi. Dia berpakaian dengan sangat rapi setelah selesai mandi. Dia segera berlari ke rumah Chae Hee.

Chae Hee yang membuka pintu, sedikit terkejut namun langsung memeluk Hyun Seung dengan erat. Hyun Seung tersenyum lega saat melihat Chae Hee yang membuka pintu. Dia sangat senang Chae Hee memeluknya dengan erat.

“OPPA!!! OPPA!! OPPA!! Aku kangen banget sama oppa!!! Kenapa baru pulang sekarang?? Aku benar-benar kangen sama oppa!!”, teriak Chae Hee saat melepas pelukannya. Mereka tidak tahu kalau Doo Joon sedang memperhatikan mereka dari jauh.

“Oppa, ayo masuk!! Ayah dan ibu pasti senang melihat oppa lagi!!”, kata Chae Hee sambil menggandeng tangan Hyun Seung.

Doo Joon akhirnya tahu kalau ternyata selama ini gadis itulah yang dimaksud oleh Hyun Seung di setiap ceritanya. Dia tidak ingin merebut orang yang disayang oleh temannya tapi hatinya berkata lain. Dia sangat ingin memiliki gadis itu, seperti ada magnet dari gadis itu yang menariknya. Dia kembali ke rumah Hyun Seung dan makan malam dengan keluarga Hyun Seung sementara Hyun Seung makan malam di rumah Chae Hee.

Malam harinya, saat Doo Joon dan Hyun Seung sedang bersiap untuk tidur, Doo Joon bertanya pada Hyun Seung siapa nama gadis yang ada di foto itu. Saat Hyun Seung menyebut nama Chae Hee, tekad Doo Joon semakin bulat untuk tidak jatuh cinta pada gadis itu.

Malam itu, Doo Joon tidak bisa tidur karena terus mengingat wajah Chae Hee. Dia akhirnya keluar ke balkon kamar Hyun Seung. Saat sedang melihat ke kanan, dia bisa melihat Chae Hee yang sedang berada di balkon kamarnya. Kelihatannya Chae Hee juga tidak bisa tidur. Doo Joon melihat ke sekelilingnya. Hanya ada dua balkon, yaitu balkon kamar Hyun Seung dan Chae Hee. Rumah-rumah yang lain tidak memiliki balkon.

Chae Hee yang sedang mondar-mandir di balkon kamarnya tak sengaja melihat ke arah balkon kamar Hyun Seung. Dia kaget melihat pria yang ia tabrak tadi siang ada di sana. Dia lalu tersenyum dan membungkuk pada Doo Joon. Doo Joon membalasnya. Chae Hee memberanikan diri bertanya pada Doo Joon mengapa dia berada di balkon kamar Hyun seung. Doo Joon yang tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Chae Hee langsung membuat kode agar gadis itu turun ke depan rumah dan bertemu dengannya di bawah. Chae Hee mengerti lalu langsung turun ke bawah untuk menemui Doo Joon.

“Uhmm, maaf kalau aku bertanya tak sopan seperti ini, tapi aku benar-benar penasaran kenapa kau ada di balkon kamar Hyun Seung oppa?! Kau kenal dengan Hyun Seung oppa??”, tanya Chae Hee ragu-ragu saat mereka bertemu di depan rumah Chae Hee.

“Ah,iya. Aku teman Hyun Seung di kampus. Perkenalkan namaku Doo Joon, Yoon Doo Joon. Maaf yah tadi siang aku menabrakmu.”, jawab Doo Joon ramah dengan senyumnya yang mungkin bisa melelehkan setiap hati wanita yang melihatnya. Ia berusaha menutupi degupan jantungnya yang begitu kencang saat bersama dengan gadis ini dengan senyumannya.

“Oh, halo, Doo Joon oppa. Namaku Chae Hee, Lee Chae Hee. Salam kenal yah.”, balas Chae Hee dengan ramah. Tak lupa pula ia sertakan senyumannya yang sangat manis.

Mereka saling berkenalan dan akhirnya semakin dekat malam itu. Mereka banyak membicarakan tentang Hyun Seung. Sebenarnya, Doo Joon agak sedikit sakit hati saat Chae Hee menceritakan semua kebiasaan baik maupun buruk Hyun Seung sambil tersenyum. Entah kenapa, Chae Hee juga merasakan hal yang sama dengan Doo Joon. Jantungnya berdegup dengan kencang saat melihat pria itu menatap dirinya dengan tegas dan tersenyum padanya. Mukanya merah padam saat Doo Joon untuk kesekian kalinya tersenyum pada dirinya.

Hari semakin larut dan Chae Hee terlihat semakin mengantuk. Tanpa sadar, Chae Hee tertidur di pundak Doo Joon dengan tenang. Doo Joon melihat wajah gadis itu dari dekat dan perlahan bibirnya mendekati bibir ranum Chae Hee. Belum sempat ia mencium bibir Chae Hee, gadis itu terbangun karena kaget dan tak sengaja bibir mereka bersentuhan. Chae Hee dan Doo Joon kaget secara bersamaan. Muka Chae Hee merah padam saat dia melepaskan ciuman itu. Itu adalah ciuman pertamanya.

“Ma..maaf..”, kata Chae Hee lalu berlari ke rumahnya sambil memegangi bibirnya.

Doo Joon juga kembali ke rumah Hyun Seung lalu segera masuk ke kamar. Dia segera merebahkan dirinya di tempat tidur Hyun Seung yang besar itu. Ia melihat Hyun Seung yang tertidur sangat lelap tanpa mengetahui apa yang baru saja terjadi antara temannya dan gadis yang dicintainya.

***

Keeseokan paginya, Hyun Seung dengan semangat segera berlari ke rumah Chae Hee. Ia merencanakan untuk menyatakan perasaannya malam nanti. Ia mengajak Chae Hee untuk lari pagi, kebiasaan rutin mereka setiap pagi. Chae Hee keluar dengan tampang yang kusut seperti orang yang tidak tidur semalaman.

“Kau kenapa?? Tidurmu tidak nyenyak?? Kau sakit?? Sepertinya kemarin kau baik-baik saja”, tanya Hyun Seung sambil memegang kening Chae Hee, memastikan gadis itu tidak apa-apa. Saat Chae Hee ingin menjawab, dia melihat Doo Joon yang keluar dari rumah Hyun Seung. Doo Joon pun juga keluar dengan tampang yang kusut. Mata mereka bertemu dan muka Chae Hee kembali menjadi merah padam. Dia langsung berlari meninggalkan Hyun Seung dan Doo Joon.

“KAU!! Kenapa kau juga kusut begitu?? Tidurmu tidak nyenyak??”, tanya Hyun Seung lagi pada Doo Joon yang sepertinya sedang menghindar dari Hyun Seung.

“Ah, tidak. Aku hanya tidak enak badan”, jawabnya seraya masuk ke dalam rumah. Hyun Seung bingung dengan kelakuan temannya itu. Dia lalu berlari menyusul Chae Hee.

Hyun Seung melihat Chae Hee yang terduduk di kursi taman sambil memegangi pipinya. Hyun Seung menghampiri gadis itu.

“Oppa, itu teman oppa?? Oppa....”, kata Chae Hee agak terbata-bata saat Hyun Seung baru duduk di sebelahnya.

“Oh, iya. Ada apa??”

“Aku.. Kurasa.. Kurasa aku jatuh cinta..”, kata Chae Hee sambil menutupi mukanya.

“HAH?! APA?! Kau.. Kau jatuh cinta... dengan... temanku???”, tanya Hyun Seung tak percaya.

“Kurasa.. begitu.. OPPA!! Kau harus mendekatkan aku padanya yah!! Ini pertama kalinya aku jatuh cinta!! Ya ya ya ya?? Kumohon..”, pinta Chae Hee sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hyun Seung yang sudah agak lemas karena mendengar kata-kata Chae Hee. Tak sadar, Hyun Seung menganggukan kepalanya. Chae Hee yang kegirangan langsung memeluk Hyun Seung.

“KYAAAA~~ Terima kasih, oppa!! Aku benar-benar sayang sama oppa!!”

Hati Hyun Seung hancur berkeping-keping. Dia menyalahkan dirinya sendiri yang tidak pernah berani menyatakan perasaan pada Chae Hee. Semua rencana yang telah ia susun, hancur berantakan. Dia pulang dengan sangat kecewa.

Saat dia melihat Doo Joon yang sedang duduk di sofa sambil asik bermain handphone, ada suatu keinginan di hatinya untuk memukul temannya itu karena telah merebut hati wanita yang sudah dia cintai sejak lama. Doo Joon menyadari kepulangan Hyun Seung lalu tersenyum padanya. Dia memberikan Hyun Seung sebotol air putih untuk diminumnya. Hyun Seung menarik tangan Doo Joon dan membawa Doo Joon ke halaman rumahnya.

“Kau.. Hhh.. Aku bingung harus mulai darimana.. Kau tahu gadis tadi yang bicara denganku??”, tanya Hyun Seung dengan nada yang sangat berat.

“Chae Hee maksudmu?? Ya, aku tahu. Ada apa??”

“Darimana kau tahu Chae Hee??”

“Aku dan dia bertemu semalam saat kami sedang tidak bisa tidur dan kami sempat berbincang-bincang sebentar. Lalu kami sempat berkenalan. Memangnya ada apa sih?!”, tanya Doo Joon dengan penasaran.

“Chae Hee barusan bilang padaku kalau dia... suka... padamu... Benar hanya itu?? Kalian tidak berbuat apa-apa?? Chae Hee bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta”

“A.. apa kau bilang barusan?? Chae Hee suka padaku?? Benarkah??”, tanya Doo Joon tak percaya.

Hyun Seung hanya mengangguk lemas. Dia bukan tipe pria yang gampang marah karena cintanya yang tak terbalas.

“Kuharap, kau mau menjaganya. Kau tahu ‘kan kalau aku menyukainya. Aku tak pernah bisa marah. Bahkan saat gadis yang kucintai menyukai orang lain yang tak lain adalah sahabatku sendiripun, aku benar-benar tak bisa marah. Kuharap kau benar-benar menjaganya, ya. Jaga dia untukku. Kumohon.”, kata Hyun Seung hampir menangis. Hyun Seung lalu pergi meninggalkan Doo Joon dan masuk ke kamarnya. Dia sempat menangis di kamar. Kembali, dia melihat fotonya dan Chae Hee yang ada di dompetnya. Dia teringat lagi akan janjinya pada Chae Hee 13 tahun yang lalu bahwa dia akan selalu menjaga Chae Hee bahkan sampai mati.

Doo Joon yang masih mematung di halaman rumah Hyun seung, mulai menyadarkan dirinya sendiri dan segera berlari ke rumah Chae Hee. Saat itu, Chae Hee yang membuka pintu langsung kaget melihat Doo Joon yang berada di sana. Doo Joon menanyakan tentang apa yang barusan dia dengar dari Hyun Seung. Chae Hee mengangguk sedikit menandakan kalau itu benar. Doo Joon yang tidak ingin langsung menjadikan Chae Hee kekasihnya memberi syarat kalau mereka harus menjadi teman dahulu baru menjadi kekasih. Doo Joon juga sempat mengatakan kalau Hyun Seung sebenarnya menyukai Chae Hee. Gadis itu hanya tersenyum dan berkata kalau Hyun Seung hanya dia anggap sebagai kakak sendiri, tidak lebih.

***

6 Bulan Kemudian
Liburan musim dingin kini sudah usai dan musim telah berganti menjadi musim semi. Doo Joon dan Chae Hee akhirnya menjadi sepasang kekasih. Mereka menjalani hari-hari sebagai pasangan kekasih yang bahagia. Hyun Seung hanya bisa melihat mereka dengan hati yang sedih. Hatinya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sahabat dekatnya menjadi kekasih wanita yang dicintainya.

Jun Hyung, Gi Kwang, Yo Seob dan Dong Woon hanya bisa menghibur Hyun Seung. Mereka terkadang juga berusaha membantu Hyun Seung untuk melupakan Chae Hee dengan menjodohkan Hyun Seung dengan siswi yang lain. Semua usaha mereka sia-sia. Hyun Seung benar-benar belum bisa melupakan Chae Hee.

Chae Hee yang akan lulus sekolah dalam 2 bulan sudah tidak sabar ingin segera masuk ke Seoul University. Itu artinya, dia akan terus berada di sisi kekasihnya sepanjang waktu tanpa harus ada yang mengawasi mereka. Kekasih Doo Joon ini sangat merindukan sang pacar karena mereka mulai jarang bertemu sejak Doo Joon mendapatkan banyak tugas yang didapat dari dosen.

Orang tua Chae Hee agak tidak setuju dengan keputusan Chae Hee yang memacari seorang yang bukan pengusaha. Chae Hee bersikeras kalau ini adalah kehidupannya dan tidak ada satu orangpun yang bisa mengatur hidupnya. Menurut Chae Hee, uang bukanlah segalanya di dunia ini. Cinta tidak bisa dibeli dengan uang menurutnya. Maka itu orang tuanya kalah pada Chae Hee. Mereka membiarkan Chae Hee dan Doo Joon berkencan dan itu makin membuat hati Hyun Seung sakit. Hyun Seung menyesal mengapa tidak dari dulu dia menyatakan perasaanya pada Chae Hee kalau ternyata seperti ini.

Satu hari, keluarga Chae Hee mendapat masalah besar. Perusahaan keluarga Chae Hee bangkrut dan orang tua Chae Hee terpaksa meminjam uang pada lintah darat untuk menopang kehidupan mereka. Tapi karena perusahaan keluarga Chae Hee terus-terusan mengalami penurunan, akhirnya Chae Hee dan keluarganya jatuh miskin. Doo Joon selalu berada di sisi Chae Hee selama masa-masa sulit baginya itu. Keluarga Doo Joon pun ikut membantu keluarga Chae Hee namun apa daya, karena bunga pinjaman orang tua Chae Hee semakin banyak, maka semua uang yang di beri keluarga Doo Joon tidak cukup untuk menolong perusahaan keluarga Chae Hee.

Hal serupa dilakukan oleh keluarga Hyun Seung. Semua usaha agar perusahaan terselamatkan telah berakhir sia-sia. Orang tua Chae Hee ditipu oleh seseorang yang mengaku-ngaku sebagai pengusaha terkenal dari China. Semua saham orang tua Chae Hee dengan segera diambil oleh orang tersebut.

Sementara itu, orang tua Chae Hee yang telah jatuh miskin, selalu melarikan diri dari lintah darat yang selalu menagih hutang yang semakin menanjak tinggi nilainya. Mereka kini tinggal di pemukiman yang bisa dibilang agak kumuh. Doo Joon yang sangat mencintai Chae Hee tidak pernah meninggalkan kekasihnya itu. Doo Joon terus membantu Chae Hee mencari uang untuk membayar kembali semua hutang-hutang orang tuanya.
Hyun Seung yang masih sangat mencintai Chae Hee selalu diam-diam membantu wanita itu membayar sedikit demi sedikit hutang-hutang keluarganya dari hasil kerja sambilannya. Dia meminta para lintah darat itu untuk tidak memberitahukan Chae Hee kalau dia yang membantu membayar. Dia masih ingin menepati janji yang telah dia buat dengan Chae Hee 13 tahun lalu itu. Dia kembali teringat apa yang mereka ucapkan saat itu.

“Hyunseung oppa, janji yah kau tidak akan meninggalkanku selamanya”
“Oh, tentu saja. Aku akan selalu melindungimu apapun yang terjadi sampai aku mati. Aku berjanji”
“Sungguh??Benar??Aku benar-benar sayang oppa!! Terima kasih,oppa!!”

Hyun Seung menangis saat mengingat kejadian itu. Kini dia tahu maksud dari mimpi-mimpinya yang sangat buruk dan membuatnya selalu khawatir. Ya, nyawa Chae Hee sedang terancam. Semenjak orang tua Chae Hee melarikan diri, Chae Hee lah yang harus memenuhi pembayaran hutang-hutang tersebut. Jika Chae Hee tidak bisa membayar semua itu pada jatuh tempo, nyawa Chae Hee akan terenggut.

Hari berganti hari dan kini jatuh tempo pembayaran sudah semakin dekat. Chae Hee sangat takut. Hyun Seung yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk membantu Chae Hee juga masih belum bisa menutup semua hutang-hutang keluarga Chae Hee. Doo Joon yang juga selalu ada di sisi Chae Hee terus membantu gadis yang dicintainya itu. Doo Joon berpikir akan lebih baik jika dia menikahi Chae Hee. Tapi, keluarga Doo Joon tidak menyetujui hubungan mereka.

“Oppa, aku takut. Aku tak mau pisah dengan oppa secepat ini. Aku belum mau mati!!!”, teriak Chae hee sambil menangis di pelukan Doo Joon.

“BODOH!! Jangan bilang begitu!!! Oppa akan selalu menjagamu apapun yang terjadi!!! Kau tidak akan mati!! Oppa jamin!!!”, teriak Doo Joon pada Chae Hee. Pelukannya semakin erat. Ini memang adalah saat-saat tersulit dalam kehidupan Chae Hee.

***

Chae Hee akhirnya lulus dari sekolahnya dan memulai kehidupannya sebagai seorang mahasiswi di Seoul University. Semua biaya kuliahnya di bantu oleh keluarga Hyun Seung. Hutang-hutang Chae Hee pun akhirnya lunas di bayar dengan susah payah. Chae Hee terus memohon pada para lintah darat itu agar diberi tambahan waktu hingga akhirnya, semua telah terbayar.

Chae Hee dan Doo Joon akan segera menikah walaupun hubungan mereka masih ditentang habis-habisan oleh keluarga Doo Joon. Doo Joon tidak peduli dengan keputusan orang tuanya. Dia sangat mencintai Chae Hee dan tidak bisa melepaskan gadis itu.

Pada hari pernikahan Doo Joon dan Chae Hee, Hyun Seung dan teman-teman mereka yang lain datang. Hyun Seung merasakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi. Benar saja, para lintah darat itu kembali mencari Chae Hee. Ternyata jumlah yang Chae Hee bayar belumlah semuanya. Bunga-bunga pinjaman masih ada yang belum terbayar. Nyawa Chae Hee benar-benar terancam.

Para lintah darat itu bisa menemukan tempat pernikahan Doo Joon dan Chae Hee yang hanya dihadiri oleh sahabat-sahabat mereka. Kepala dari lintah darat itu meminta anak buahnya untuk membunuh Chae Hee. Dari kejauhan, mereka telah menyiapkan senjata api dan siap menembakkannya ke jantung Chae Hee.

Hyun Seung yang sedang melihat keluar jendela menyadari hal itu dan dia segera berlari melindungi dan menutupi tubuh Chae Hee.

DHUARRR!! Bunyi suara tembakan memecahkan suasana hening akan kebahagiaan Doo Joon dan Chae Hee yang baru saja resmi menjadi suami dan istri. Hyun Seung terkapar di lantai dengan darah yang sangat banyak keluar dari tubuhnya. Gaun pengantin yang dipakai Chae Hee jelas menjadi berwarna merah akibat darah yang keluar dari tubuh Hyun Seung yang telah melindunginya.

Semua orang disana menjadi panik. Jun Hyung dan Gi Kwang dengan segera lari keluar untuk menangkap pelaku penembakan. Yo Seob segera menelepon ambulans dan Dong Woon menelepon polisi. Doo Joon berusaha menghentikan darah yang keluar dari tubuh Hyun Seung itu sementara Chae Hee memeluk tubuh Hyun Seung yang lemah sambil menangis.

“Oppa, kau bodoh sekali!! Kenapa?? Kenapa kau melakukannya?? Biarkan saja aku mati, oppa!!! Oppa!!!”, tangis Chae Hee.

“Bodoh??Tidak..A...aku...tid..ak...bo...doh...Eugh..A..ku..ha..han..hanya..ingin..me...ne..pa..tti janji...kuh..Augh..”, jawab Hyun Seung terbata-bata menahan rasa sakit.

“Janji?? Itu kan hanya janji seorang anak kecil, oppa!!! Jangan tinggalkan aku!!!”, teriak Chae hee kembali sambil menangis.

“Ti...da..k...itu...ada...lah...eugh...jan...ji...yang...ku...ku..kubu..at...un..tuk...wa...wani...ta..yang..sang..at...ku..cin..ta..i..agh..aku..harus se...lalu mene...pati...jan...ji...itu...AAAGH!!!”, kata Hyun Seung yang semakin tidak dapat menahan rasa sakitnya.

Sementara itu, Jun Hyung dan Gi Kwang berhasil menangkap si pelaku penembakan. Polisi juga sudah datang dan begitu juga ambulans. Si penembak berhasil di bawa ke kantor polisi dan Hyun Seung dibawa ambulans ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Chae Hee menggenggam tangan Hyun Seung.

“Oppa, janji kau harus tetap hidup!! Kumohon!!”, tangis Chae Hee.

“Ken..apa..pengan...tin..men..ang...is..di..hari..per...ni...ka..han..nya??Ter..senyum...lah,man..is..!Oppa..ti..dak..akan..kenapa..ken..apa...Doo..Joon,ja...ga...di...a...un...tuk..ku..ya..ku..mo..hon..”

Doo Joon hanya mengangguk kecil sementara Chae Hee masih terus menangis.

“Gadis..mung..il..itu..ki..ni..sud..ah..men..ja..di..is..tri..sa..habat..ku..ak..kuh..se..n..ang...Aku su..dah..mene..pat..i jan..ji..ku..Jaga..di..a”, kata Hyun Seung sembari menutup matanya.

“OPPA!!! OPPAAAAA!!!! OPPAAAA!!!! OPPA, BUKA MATAMU!!! OPPPPPAAAAAA!!!!”, teriak Chae Hee sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hyun Seung dan menangis. Namun sang empunya tubuh sama sekali tidak bergeming. Bak seseorang yang sedang tidur nyenyak, Hyun Seung menutup matanya. Doo Joon meneteskan air matanya dan memeluk tubuh istrinya itu.

Sesampainya di rumah sakit, Jun Hyung beserta yang lain terkejut karena mendapatkan Hyun Seung yang sudah “tertidur” dengan nyenyak saat dalam perjalan ke rumah sakit. Keluarga Hyun Seung juga sangat terpukul dengan kabar ini. Chae Hee pingsan dalam pelukan Doo Joon. Situasi semakin memburuk di hari pernikahan Doo Joon dan Chae Hee saat dokter mengatakan kalau Hyun Seung sudah meninggal.

***

Setahun sudah terlewat setelah kepergian Hyun Seung. Doo Joon dan Chae Hee memiliki keluarga yang bahagia walaupun bayang-bayang Hyun seung terkadang muncul dalam benak Chae Hee. Orang tua Doo Joon pada akhirnya menerima Chae Hee sebagai menantu mereka.

Jun Hyung dan Gi Kwang juga sudah memiliki keluarga mereka masing-masing. Yo Seob dan Dong Woon baru saja menemukan wanita yang sedang mereka kencani saat ini.

Semua hutang-hutang Chae Hee otomatis lunas oleh para polisi yang telah menangkap kepala dari lintah darat tersebut. Kehidupannya kini sangat tenang bersama keluarganya yang baru.


***THE END***






NOTE : THIS FANFIC ACTUALLY IS FOR A COMPETITION BUT I LOST FROM THE OTHERS COMPETITOR SO I DECIDED TO PUBLISHED IT ON MY BLOG..THANKS..
Yoomi Park
NOTE : This fanfic is just for fun and I presented this just for my KOLORS' (KpOp LOveRS) ganks..kekekeke..
-Author-

----------------------------------------------------------------------------------------

Aku tertidur setelah puas ber'autis' ria bersama ke-2 temanku tadi siang. Cukup melelahkan rasanya tertawa tanpa henti selama hampir 1 jam. Aku memejamkan mataku dan akhirnya aku tidur dengan sangat nyenyak hingga tiba-tiba aku bermimpi :

"YA!!!Tadi siang kalian membicarakan apa tentang aku,hah?!", laki-laki bertubuh tidak tinggi itu memarahi aku dan teman-temanku. Aneh, ini terasa sangat nyata sekali. Aku semakin jelas melihat wajah laki-laki itu. Aku hampir tertawa terbahak-bahak saat melihat kalau ternyata dia adalah YANG YO SEOB, anggota B2ST yang tadi siang kami bicarakan hingga kami tertawa terpingkal-pingkal.

Ya, kami membicarakan betapa 'pelit'nya hidungnya itu (Maaf ya, B2UTY and YoSeob..bukan maksud author utk ngejek..hihihi..author suka YoSeob koq..XD). Banyak hal yang kami bicarakan siang tadi tentang dia.

Tiba-tiba lokasi mimpiku pindah ke area konser B2ST. YoSeob menghampiri kami bertiga dan membawa kami keatas panggung. Aneh, kenapa harus kami?? Seolah-olah YoSeob sudah kenal dengan kami. Dia menyanyi dengan sangat merdu untuk kami bertiga. Kami tersenyum bangga pada para B2UTIES yang lain karena hanya kami bertiga yang diajak naik ke panggung bersamanya tanpa tahu ada udang dibalik tepung mengapa YoSeob membawa kami keatas panggung.

Selesai lagu tersebut dibawakan oleh YoSeob seorang, manajer mereka yang bernama JoonKuni mengajak kami ke backstage B2ST. Tentu kami sangat senang bisa bertemu dengan B2ST secara personal.

Namun kecewa yang kami dapat. Anggota B2ST tidak ada disana. Yang ada disana hanya YoSeob yang sedang duduk di sofa, mengelap keringatnya. Dia melihat kami bertiga lalu tersenyum sambil mendekati kami. Tiba-tiba....

"YA!!KALIAN BAGUS SEKALI YA MEMBICARAKANKU TADI!!!AKU BERSIN2 DAN BATUK2 TAU!!!AKU MAU KALIAN DAPAT BALASANNYA!!!AKU BAWA KALIAN KE RUMAHKU, KERJA DISANA!!!"

Kami hanya tertunduk mendengar YoSeob. Ternyata dia tau ssemua apa yang kami bicarakan. Dia ingin kami kerja di rumahnya?? Huaaaaa~~ Tidaaaaaaaaaakkkk~~!!! Siapapun, tolong kamiiiii~~!!

"HIYAAAAAAA~!!!APA YANG KAU LAKUKAN HANOMAN BERKEDOK YOSEOB??", tiba-tiba GiKwang muncul di atas kepala kami. DIA MELAYANG???

"HOOOOO~~ JADI KAU SUDAH KELUAR WAHAI GATOT KACA BERKEDOK GIKWANG??", tantang YoSeob.

HAH?? HAH?? HELLO?? GATOT KACA?? HANOMAN?? INI DIMANA?? INDONESIA ATAU KOREA?? Aku dan teman-temanku hanya saling berpandangan sambil menunjukkan muka bingung. Salah seorang temanku dibawa oleh GiKwang.

"HEH, GATOT KACA!! SANDERA GUE LO AMBIL2!!! BALIKIN!!!", teriak YoSeob pada GiKwang. Wew,tunggu dulu. Aku melihat GiKwang dengan kumis tebal???? Sejak kapan dia punya kumis setebal itu?? Tak lama aku melihat YoSeob dan kulihat giginya yang mulai maju??? Apa-apaan ini??

Tak lama, ada tangan yang menarikku. KYAAAAAAAA~~ Itu JunHyung!!! Biasku di B2ST!!! Aku dengan segera memeluknya. Dia hanya diam dan tersenyum padaku lalu diam-diam membawaku pergi. Tapi, YoSeob lagi-lagi bisa melihat sanderanya dibawa kabur. (Tuh anak kayaknya punya 1000 mata.)

Ewww~ Aku sekarang melihat muka YoSeob yang dipenuhi dengan bulu putih. Ihhh~~ dia benar-benar jadi kayak HANOMAN!!! Huaaaaaaaaaaaa~ ini mimpi apaan sih???

"ANGLING DARMA BERKEDOK JUNHYUNG!!!NGAPAIN LO KESINI?? MAU IKUT2AN C GATOT KACA YEE?? SINI LAWAN GUE DULU!!", teriak YoSeob pada JunHyung. HAH?? Angling Darma?? Apa lagi ini?? Saatku tengok, tiba-tiba JunHyung sudah memiliki rambut yang panjang. OMG!!!

Tak lama, masuklah HyunSeung bersama anggota 4Minute. Aduh, kenapa perasaanku tidak enak ya?? Jangan-jangan ini juga tokoh wayang nyasar dan nyangsang di Korea.

"Hanoman, ada apa sih kau ini teriak-teriak??", tanya HyunSeung dengan lembut.

"Oh, Srikandi. Lo harus bantu gue yah lawan si Angling Darma en Gatot Kaca. Masa mereka bawa kabur sandera gue?!", pinta YoSeob (atau Hanoman??).

SRIKANDI??? Ini kenapa tokoh wayang pada muncul di Korea dalam wujud B2ST?? Aku hampir pingsan!!! Lagian itu kenapa si Hanoman ato YoSeob itu bahasanya gaul amat?? Terus itu 4Minute apa???

"Dayang2ku, cepat kita berubah wujud (?)!!!! Kita bantu Hanoman mengalahkan Angling Darma dan Gatot Kaca!!!", perintah HyunSeung kepada anggota 4Minute. HAH?? DAYANG?? GUBRAK!!! Kirain mereka juga tokoh pewayangan.

Para anggota 4Minute lalu berubah menjadi ksatria2 yang cantik2. HyunSeung pun berubah wujud menjadi Srikandi. Mimpi ini semakin aneh!!!

Tunggu, ini kenapa tiba-tiba lokasi berubah jadi panggung Opera van Java??? Aku melihat ke sekeliling, ada DooJoon yang sudah duduk di tempat dalang dengan sarung dan blankon yang sudah tertata rapi di badannya. Tidak cuma itu, aku melihat para anggota Super Junior semuanya duduk di belakang DooJoon dan menjadi pemain GAMELAN!!! ShinDong yang memegang Gong terlihat cocok dengan Gongnya (?).

Tak lama, aku lihat diriku sudah duduk di kursi sutradara. LOH?! KOK?! Itu~~ BIGBANG?! Mereka menjadi apa?? Aku tak percaya ini!!! G-Dragon menjadi Artists Make-Up sedang DaeSung menjadi penata cahaya. SeungRi menjadi bagian properti sedang TaeYang menjadi bagian kostum. TOP, dia menjadi satpam. Aduh2,mimpi ini benar2 GILA!!!

Aku melihat lagi teman2ku yang sudah duduk di kursi "Scenario's Writer" dan "Director". Mereka menatapku bingung. Mereka ajah bingung apalagi aku?!

Tak lama, manajer B2ST, JoonKuni keluar dari backstage dan WHOAAA~~ dia itu Wiro Sableng??? PINGSAN AKU!!!

Aku berteriak secara tak sadar, "OK, WAYANG!!! STAND BY!!! SIAP ACTION!!!"

Mereka semua langsung kembali ke tempat mereka semula. Aku menganggukan kepala kepada DooJoon menandakan kalau wayang sudah bisa dimulai.

TEK TEREK TEK TEK TEK TEK~!! "Malem, penonton!! Sekarang kite akan liat wayang dengan tema perang antara tim Hanoman dan tim perompak. Tim perompak kali ini akan diperankan oleh TVXQ a.k.a Dong Bang Shin Ki!!!",mulai DooJoon sambil diiringi musik gamelan Super Junior. Setelah DooJoon selesai dengan kata pembukanya, ShinDong memukul gong dengan kepalanya. Aku bisa melihat betapa bahagianya ChangMin melihat itu. Dendamnya akhirnya terbalaskan. (Pada tau kan acara Dong Bang yang ChangMin mukul gong pake kepala??? Hahahaha..)

HEEE?? TVXQ?? Kenapa jadi pada keluar semua gini artis Koreanya??? Mereka keluar dengan IU sebagai sandera. Ada IU juga??? OMG!!!!! IU disini berperan sebagai Putri yang diculik oleh para perompak dan Hanoman akan menolong putri agar bisa menikah dengannya. Backsound sudah diputar dan lagu yang diputar adalah lagu OST DENDAM NYI PELET.

Hanoman (YoSeob) keluar bersama Srikandi (HyunSeung) dan ksatria Srikandi yang cantik2 (4Minute) itu. Mereka mulai berperang dengan para perompak. Tiba-tiba Angling Darma (JunHyung) datang bersama pengawalnya yaitu 2PM. GUBRAK!! Ada lagi itu 2PM. Aigoo~

Hanoman tampak tidak senang dengan kehadiran Angling Darma, dia mencoba mengusir Angling Darma dari sana.

"Oh, jadi kau ga mau dibantu ya??Hemmm, okeh ya sudah saya pergi dulu. Papay~", katanya pada Hanoman.

"Eh?? Lo mau bantu gue?? Ok2, bantuin donk. Panggilin juga si Gatot Kaca tuh", akhirnya Hanoman mau ditolong oleh Angling Darma dan Gatot Kaca.

Eh?? Gatot Kaca bawa DongWoon?? Siapa lagi dia???

"HALOOOO~~ PETRUK BERKEDOK DONGWOON UDAH HADIR NIH~", teriak DongWoon dengan gembira.

PETRUK???OMG!!! Apa karena idungnya yang terlalu panjang itu ya?? Ya sudahlah. Memang ini mimpi teraneh yang kudapatkan. Terima saja deh.

Akhirnya mereka ber-5 siap untuk melawan para perompak yang jumlahnya juga 5 orang. Mataku terbelalak melihat perang yang ada di depan mataku. Biasanya orang perang dengan senjata kan?? Ini kenapa.......

Angling Darma vs Park YooChun = Perang Rap
Srikandi vs Kim JaeJoong = Perang Vokal
Petruk vs Kim JunSu = Perang hidung vs pantat
Hanoman vs Shim ChangMin = Perang suara tinggi (yg 1 teriak Mirotic, yg 1 lg 'I DON'T KNO~~~W')
Gatot Kaca vs Jung YunHo = Perang Octopus Dance

Intinya, perang dimenangkan oleh kelompok Hanoman (YoSeob). Sang putri pun diminta ayahnya untuk memilih diantara kelompok Hanoman siapa yang ingin dinikahinya. Sang putri melihat mereka satu2 dan dia menggeleng ke setiap orang disana. Tiba-tiba mata sang putri menangkap seorang dan mengatakan pada ayahnya kalau pria itu yang akan dinikahinya. Semua serentak melihat kearah sang putri menunjuk. Apa??? TaeYang??? Si pengurus kostum??? Aigoo~ GUBRAK!!!

"Akhirnya si pengurus kostum naik jabatan menjadi pangeran karena menikah dengan sang putri,Hanoman jatuh cinta dengan si penulis skenario, Angling Darma berpacaran dengan sutradara dan Gatot Kaca bertunangan dengan si director. Disini gunung disana gunung, ditengah-tengahnya pulau Jawa. Wayangnya bingung lah dalangnya lebih keblinger, biarpun ceritanya aneh yang penting semua bisa GILA!! Sampai bertemu lagi dengan kami, IDOLS VAN JAVA~!!!", teriak DooJoon menutup acara hari itu diiringi gamelan dari Super Junior.

Penonton hari itu cukup banyak, berkat SNSD. Mereka yang menyebarkan selebaran akan adanya Idols Van Java live. Mereka promosi, "Mau liat TVXQ ber5 lagi?? Tak akan ditemukan dimanapun kecuali di Idols Van Java!! Ayo2, nonton semuanya!!"

Setelah selesai semua, para tukang bersih-bersih masuk untuk membersihkan ruangan yang telah dipakai tadi. Wew, itu bukannya anggota SHINee yah yang jadi tukang bersih2, pikirku. Ternyata benar, mereka mengepel lantai dengan tarian Ring Ding Dong.

Semua kembali ke tempat semula saat aku bangun dari mimpiku yang aneh ini karena alarmku sudah berbunyi dengan nyaring tanda itu sudah pagi dan aku harus bersiap untuk pergi ke kampus. Semoga malam nanti aku tak akan bermimpi seaneh itu lagi.

---THE END---
Yoomi Park
*Note : Readers, please imagine/ pretend that this story is happening in your country and this is your story.. Thank you.. ^^*

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~!!!! That's B2ST!!! That's B2ST!!! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~!!! They're so handsome!!! But, where's JunHyung??"

That's what I heard all of the time, here in my shop. B2ST?? What's that weird name?? Who are they?? I never heard that name before. Well, I'm not into Kpop. All I know from Kpop is just Super Junior. Yeah, I love Super Junior. I have seen Super Junior in real when they had a concert in here. But B2ST?? I never heard about them.

The girls are screaming in front of my shop when the B2ST's members passing my shop. Ugh, so noisy!! I hate this kind of condition!! I think I should close my coffee shop now. I can't take it longer. I have a headache just by hearing the scream. Thankfully, there is not any customers now. Maybe they're busy with that B2ST. I closed my shop and now I'm driving my car to go home.

"Hey, could you please hide me somewhere??"

OH MY GOSH!!! WHO'S THAT?! Someone is whispering from my back!!! I lost my focus on driving and I park my car randomly in the street. I get down from my car and take a look on my car's backseat and I see a man. Who's this man??

"Who are you?? How did you get into my car?? Get out!! NOW!!", I'm yelling to him while opening my car's door.

"Sorry, but I can't. Could you please hide me?? Please!!", he's begging me now. Well, his face is really handsome though. I know that he's not from my country. He's a foreigner.

"Okay, where should I hide you??", I ask him. I decided to help him since his face looks too tired.

"Wherever as long as it is far from the crowded"

"WHAT?! You mean... LEAVING THIS TOWN?? No no no.. Sorry.. I can't go that far.. I have a morning class tomorrow. You can go by taxi then. So, please go out from my car"

He doesn't want to get out from my car. He pulls me in to my car and he takes the driver seat. He started to drive my car. Oh My GOSH!!! This is a kidnapping!! I've been kidnap!!! Help me!!!

"Don't worry. I just want to go from the crowd and I'll be nice to you. I won't touching you. Promise. I'm JunHyung by the way. Who's your name??"

Eh?! JunHyung?? I think I have heard that name. But where?? Hmm, I think he's nice. Okay.just this time I'll be trust him. Well, I need vacation too though. Too many pressures from college and works make me full of stress.

"I'm (say your name). Nice to meet you, JunHyung. You're Korean??"

"Haha.. Yeah, I'm Korean. How did you know??"

"Well, from your name it's obviously a Korean name"

We talk in our way to somewhere I don't know because he takes the lead. He's a nice person if he doesn't have that kind of face. I mean, that cold face. His smile is really cute. We're knowing each other better in our way. We even have a nice conversation about his country and my country. I fall asleep on the way.

"Hey, we arrived. Get up!!", he shakes my body. I open my eyes. OH MY..!!! Isn't this a beach?? Woah!!! It's been a long time since I have my vacation in here.

I'm too excited and I run to the beach. So sad, it's already night time. We can see nothing. He touches my back and said something crazy.

"Since it's already dark, let's stay for one night here. I'll pay the hotel"

Well, he's right. We can't drive back in a night time like this. I try to go to the nearest hotel there to ask them if they have 2 rooms for tonight. He told me to do that. Ugh, BOSSY!! Okay, that's the only one hotel in that area. They said that they have just 1 room. I go back to the parking area, he's talking on the phone and tell him that they just have 1 room. After he hung up his phone, he said, "Take it!! We need to rest!!"

I jump from the car because I'm too shock to hear what he just did say. What?? Did he mean that I will be in a same room as him in that hotel?? Boy and girl in one room?? Hell, NO!! I shook to him. He gets down from my car and he wears a hat which he brings with him in a pocket. He gets in to the hotel and takes the key. He's crazy?!

He pulls my hand and he drags me to go with him. Oh no..!! Is he a pervert?? Mom, Dad!!! Help me!!

In the room, he takes off his jacket and hat. He goes to the bathroom. I think he is taking a bath. I just stand in front of the door, thinking of running away from this man. But my feet can't move. He opens the bathroom's door and just showing his head, telling me :

"You can sleep on the bed. I'll sleep on the couch. Don't worry. Take a good rest. Good night"

Wow.. Unpredictable!! He really doesn't want to "touch" me!! Nice guy!! I sit on the bed and then laying my body there. I fall asleep.


The Next Morning

I wake up before the sun is rising up. I see JunHyung is sleeping on the couch. He really keeps his promise. But he doesn't wear his shirt. He's topless!! Oh oh oh!!! This is the first time for me to see a guy's body. His body is really nice!! He gets an abs and yeah, he has a great body!! I can't tell anymore. My heart is beating so fast. I think I..... No!!! I can't!! I shook my head.

I decided to have a walk around the beach. Hmm, nice weather. I miss this kind of refreshing air. I stretch my body and I take a look to my right sight. OMO!! Someone is standing next to me and staring at me. Who's that??

"Hello, I'm looking for a man named JunHyung. Do you know him??", he asked me with a polite yet scared tone. He's Korean too I think.

"I'm here, HyunSeung-ah", JunHyung shows up like a jinn, makes me shock. He said that in Korean. This man running towards JunHyung and whispering something while staring at me. JunHyung just nodded and said some Korean to that man.

"(say your name), please meet my band... ah, my friend, HyunSeung", he introduces his friend to me.

"Owh, hello, HyunSeung. Nice to know you", I said.

"Nee~ hello. Nice to know you too, (say your name)", he smiled to me. This is the perfect smile that I ever seen in my entire life!!! He must be an angel. Hahahaha.. Just Kidding!!

Again, they're speaking in Korean. I just walk again and suddenly JunHyung calls my name.

"Hey, (say your name)!!I think we will have another night here!! HyunSeung wants to have a vacation here too!!"

"WHAT?! But... but..."

JunHyung just smiles at me and he walks in to the hotel with HyunSeung. HyunSeung turns around his head and smiles again at me. JunHyung sees that and turns HyunSeung's head.

That day, we just walking on the beach. I walk between JunHyung and HyunSeung. Sometimes, I can feel their hands want to hold my hands. We also sit on the beach and start to play the sands. After we got dirty with the sands, we go to the stores near there to buy a clothes. We didn't bring any clothes.

After having a bath, I wear the shirt that same with JunHyung. He forces me to buy the same shirt. HyunSeung seems don't like what we wear.

Night time, we decided to have a barbecue party. This is really a vacation for me!!! It's fun to spend some times with them, 2 guys I don't know. I even forgot to call my family. I bet that they're worried by now and maybe they already called the police. Hahaha..

After having the barbecue, we walk in to the hotel. HyunSeung is the first one to go to the room because he needs to pee. On my walk with JunHyung, I feel his hand touches my hand and holds my hand. He makes me stop walking. He faces me.

"Thanks for everything. I won't forget this day. Do you know who I am and who HyunSeung is??", he asks. I just shook my head.

"Then, come to here, tomorrow night. I'll be waiting and I'll give you a surprise. Don't open the envelope till you get in there", he hands me an envelope and a little note. He kisses my cheek!!! Whoaaaa~!!! He runs away to the hotel.

Well, I kinda sad to be separated from this 2 guys. They're so nice. I walk to the room. I can hear something that makes me in a big shock.

"Sorry, but I can't let you to have her!!! I met her first, HyunSeung!! I fall in love with her first!!! Even before you came!!!"

"What?! How you can be so selfish like that?? Well, I fall for her too!!! I want her to be my girlfriend!!!"

"OKAY!! Then let's see tomorrow on the concert!!!"

"FINE!!!"

Were they fighting over me?? What?? Unbelievable!!! What should I do now?! Oh my...


The Next Morning

JunHyung and HyunSeung are already gone first. They said in a note that they were picked up by someone. They thanked me and they paid the bill. I drive home and still feel uneasy. I like JunHyung and I like HyunSeung too. But the feel for JunHyung is different. Like he can drive me crazy over him. Well, am I falling in love?? With him???

When I got home, my family was really angry with me. I said sorry for maybe 100 times and they finally forgave me. Now, I'm ready to go to the place where JunHyung asked me to meet him there.

I saw the banner there. A big banner. It says, "WELCOME TO B2ST'S AIRLINE - ASIA TOUR". Huh?! There's no picture of the members even the names!!! B2ST??? That name again?? Aigoo!! Is JunHyung the fans of B2ST??

I open the envelope and give the ticket to the security. I go inside and I got the festival part. But where's JunHyung?? I don't see him!!

Suddenly the lights are turn off. The girls are starting to scream as the widescreen shows the members. It comes :

DOO JOON
YO SEOB
GI KWANG
DONG WOON
HYUN SEUNG
JUN HYUNG

I open my eyes widely when it came to HyunSeung and JunHyung. It's really their face!!! Then, I had a vacation with 2 members of B2ST??? The boyband I never know??? That time, the members going out and sing a song that the girls said it's Shock. JunHyung finds me easily. He smiles at me when he saw my blank-face.

The concert is already went for a half parts. They sing Take Care of My Girlfriend and HyunSeung now finds me. He smiles at me. He even makes a wink. The audiences getting more crazy because of that wink.

Now, they sing Beautiful. JunHyung makes the audiences and the members shock when he comes to me and pulls me to go on the stage with him. HyunSeung just makes a stare and slowly walk to us. The other members started to pick the girls too. At the end of the song, JunHyung and HyunSeung get on their knees in front of me.

JunHyung says, "Today, I want to confess my heart to someone special that makes me happy for these 2 days. As you all know, I was missing for 2 days and HyunSeung was missing for 1 day. Well, we're in a vacation with this lady. She even doesn't know who we are. That's why I feel safe when I'm with her. Actually, I was hiding in her car's back. When she opened the car, I slowly got in to her car. I want to have a refreshing day just for one day. She gave it to me. So, (say your name), I fall in love with you. I don't care with the long distance relationship. I can do it because I love you. You're the first girl that can make my heart's beating so fast. When we talked in the car, when I saw your smile, when I saw your face, that's all make me crazy!! So, could you please accept my confession??"

I can't say anything but I just staring at HyunSeung. He just smiles and makes a sign,"Accept him". I smile and say yes to JunHyung.

"I accept you not because I'm your fans. I will never be your fans because I really fall in love with you too, JunHyung!! Thanks for everything", I hug him.

After that, I can see many fans are sad because of me. But then they said, "Please take care of our JunHyung oppa!! Congratulation, JunHyung oppa and (say your name)!! Be happy!!"

The crews and staffs bring me to the backstage. After the concert, JunHyung introduces me to the other members. We are giving each other phone numbers. Last, before they go back to Korea, they let me to have a time with JunHyung alone.

HyunSeung said,"I know that I just know you for a day and I don't have the right to confess my feeling. JunHyung is the first who met you. I know that you will love him too by looking at your expression today in the concert. Your eyes just caught JunHyung. Congratulation and be happy. Bye~!"

That night is the happiest night in my life. I am a girlfriend of a boyband's member from Korea which I didn't know at first. B2ST are going back to Korea. JunHyung and I always have a communication via phone and chatting. He sometimes come to my country secretly, just to meet me. We have a good time together as a couple.


THE END
Yoomi Park
~ Yang Yoseob ~

Appearance: It’s not hard to notice BEAST’s unofficial maknae, what with the blonde hair, the bright smile, and the fact that he always seems to have downed a truckload of sweets. He might seem like a child at heart and action but have you seen how he is on stage? Seriously drool-worthy, and as much a man as any of the BEAST boys. So, he might come off as more of the sweet, bouncy, un-manly type but, believe me, it will be quite satisfying to discover for yourself just how much of a man is hidden under all that aegyo.

Personality: Yoseob is amazingly good-natured, gets along well with anyone and everyone, and can be pretty matured if need be. He’s the regular goofball and likes joking around. Then there’s the hyperactivity, always the smiling cheerleader of the team. He meshes well with his BEAST mates and has the ability to make anyone smile. He’s also extremely devoted, not just to his career and his dreams, but also to the people he cares about.

Money Matters: Yoseob has the amazing, heavenly, God-sent, angelic, kick-ass voice, the hawt dance moves, and the talented bandmates with him that can propel BEAST to the top. It’s all a matter of time. So be patient and wait for the money tree. On the flipside, Yoseob is pretty inventive in more ways than one, so I gather he can think up of some other form of monetary gain.

Around the House: I can totally imagine Yoseob in the kitchen, your pink apron around his waist and cooking you up a storm of delicious goodies. (Who can’t not imagine him like that?) Wouldn’t that just be adorable? Still, I also think he’d be the messy type, leaving his stuff just lying around, but I also imagine him watching you clean up before sidling up behind you and giving you a backhug while whispering in your ear how happy he is you’re with him.

Competition: Ok, it’s probably a given that the aegyo-filled Yoseob has fangirls. It would be against all laws of fangirl-ism for him not to have fangirls. They seem to be quite possessive though (as evidenced in the horrifying IU Marshmallow incident) so don’t be surprised if they most certainly decide to not give you their blessings. Don’t let that stop you however. They’ll come around soon enough.
Also, with Yoseob’s friendly personality, he has no doubt gained himself an army of friends. If any one of them harbors feelings, you’ve got mean competition.

Other than the not-really-that-big-a-competition friends of the blonde and the majorly-threatening-kiss-your-ass-goodbye-if-you-touch-him fans, you’ve got some serious competition in the group itself. There’s Dooseob, Junseob, Hyunseob, Kiseob, Dongseob, meaning, all of them. Plus, each particular pairing has its set of fangirls, so you definitely have one hell of a royal rumble before you.

Last, and this gets special mention simply because (*cough* the author is one *cough*), are the Dooseob fangirls. I mean, they’re not particularly rabid, I guess, but they are pretty numerous. They won’t barge into your wedding and drag you off to tar and feather you, goodness no, but they won’t be pleased. They don’t want Yoseob or Doojoon. They want them together, and since you’re not Doojoon and therefore cannot make their fantasies come true, well…

Fellow BEAST: The BEAST boys will absolutely love you to death if you showed how well you can control this atomic bomb of energy. Seriously. They will be rejoicing at the fact that someone has finally come from the heavens with the ability to control their hyper bandmate. That isn’t meant in a hurtful way though. In fact, just because they are ecstatic doesn’t mean they’ll let you whisk him away in a white horse off into the horizon. Oh no. In fact, I advise you to be prepared for a cross-examination that’ll make the CIA look like wimps.

The band umma, Yong Junhyung, will welcome another sane person to look after Yoseob. Also, he’ll probably keep quiet and reserve judgment on you because he cares for Yoseob’s happiness. And if you are what makes Yoseob happy then he’ll definitely bow out. If the blonde shows any signs of unhappiness however, then he’ll probably ask you to leave in the cool and charismatic way only he can.

If the umma’s even a little concerned, what more the flail-y adorkable oppa? Yoon Doojoon will be worried, ecstatic, fretful, and proud, all at the same time might I add. He will definitely be relieved that he could finally relinquish the role of having to look after and control Yoseob to someone else and, hopefully, someone who could do it better. Still, should he detect any dimming of the blonde’s bright sunny smile and he’ll step into the role of overprotective hyung and ask you, stuttering with fail, to leave. So yeah, Junhyung will probably be the one to throw you out, not him.
Jang Hyunseung will welcome you happily into their BEASTly family. He’ll be pretty observant but keep to himself. He’ll expect you to be a lot of fun though, as a good match for Yoseob, and I think he won’t like it if you’re a party-pooper or a kill-joy. He’ll also see how sensitive and caring you are and how willing you are to share the enigmatic blonde to his band mates and B2uties.

I have a feeling Lee Kikwang will actually the first from the band who you’ll meet, considering how long he and Yoseob have been friends. He’ll be cheery enough and help you get used to the others. However, he will be one of, if not the most, observant of the group. He knows Yoseob for so long he would easily pick up should the blonde be unhappy in any way, so just be sincere in your affections and he’ll pick up how much you really care.

Son Dongwoon, being Yoseob’s midnight snack buddy and regular partner-in-crime, will no doubt extend a friendly smile and hug to you. Since he’s used to hanging out with his overexcited hyung, he’ll expect you to be a lot of fun too and would let you in on all the mischief he and his blonde hyung usually get into.

Family: Not much is known on how the Yang family will take to Yoseob having a counterpart. However, seeing as Yoseob is nice, sweet and cheerful, we can think he got it from his family. Also, since Yoseob doesn’t usually show a very serious side to him, if he shows just how serious he is about you, I’m sure his family will accept you, and all will be well.

In the Bedroom: Where experience might fall short, I’m sure enthusiasm won’t. In fact, you might be the one having to keep up with him. He also seems to be an expressive type of lover, gasp-y and vocal, experimental and excited. He’ll always be concerned about you however, making sure you’re all right and highly satisfied and is the type to not let things go unless they’re a hundred percent accomplished (note double meaning). In short, being with him would definitely be a fun experience. And in the morning, you’d wake up to the adorable sight of a cute boy sleeping peacefully beside you. (Aww…)

Conclusion: When going for Yoseob, make sure you’re prepared to handle this bundle of energy. You’re going to have to learn how to be patient, keep up with him, put up with his antics and learn how to keep him in check. However, this is Yoseob we’re talking about, and he’s definitely more than worth it. Also, Yoseob is far from being a dumb blonde. He keeps the team’s spirits up with his antics, sure, but underneath all that is the heart of a strong, intelligent, and thoughtful man with unwavering passion and dedication to who and what he loves. All it takes is a smile and the next thing you know… he’s stolen your heart.


~ Lee Kikwang ~

Appearance: No doubt one of the first things people notice about Kikwang is his killer smile. This hottie is quite the looker, with the eyes, the charisma and the impressive bod. Everything and anything looks undoubtedly good on him, or rather off him (Author squeals), whichever you prefer. He’s on the short side of the BEAST spectrum but height matters the least, because when this cutie is on stage, he’s the man on top (*snickers* get it?)

Personality: Kikwang no doubt gives off the impression of a true ladies man, with the stage persona filled with confidence and swagger. In reality though, the dude is far from it. He’s simple, sweet, and charming. Also, despite the large flak he gets for his hot looks and those abs that could rule the world, Kikwang seems to be the usual down-to-earth guy who prefers the sweet girl.

Money Matters: Kikwang’s all set to rule Korea and the rest of Asia with BEAST. Enough said on that, so don’t worry your pretty little head about it. If worst comes to worst, Kikwang’s got more under his belt than you can imagine (Am I the only one who’s thinking like you-know-what after reading that part?).

Around the House: I have a feeling Kikwang is the messy type, like really messy. But I have a feeling he also knows his way around the household, although with stuff here and there I think he’s not used to doing. Still, he seems to be the kind of guy who wouldn’t mind learning a thing or two (with rewards of course, *wink*) and will no doubt help you out as best as he can.

Competition: Your number one problem would be B2uties who are distraught over having to relinquish their dreams of his chocolate abs. Tons of them, at that.

Then there are KiWoon fans (like the author!). They’re not very many in number, yet, but fangirls have a tendency to multiply so be prepared.

And that’s Son Dongwoon, and also there’s Yang Yoseob, Jang Hyunseung, other BEAST boys, or maybe that’s just the fans’ interpretation. Fans are statistically proven to rule the world. Respect them. Fear them. You’ll be safe. Cross them. Ignore them. You die, or get thrown out of the country, at least.

Fellow BEAST: The BEAST boys will be quite curious to know who it was that charmed the group’s regular chocolate abs, so you oughta be prepared.
BEAST maknae Son Dongwoon will be quite supportive, you can be sure of that. Since Kikwang is closest to him in age compared to the other BEAST boys, no doubt he’d be very interested and would want to get to know you.

BEAST leader Yoon Doojoon will be excited and concerned at the same time. He’ll be excited, happy and supportive of you, of course, but he’ll also be quite the worry-wart as well. One thing’s for sure, he will get to know you first before passing judgment so just chill and relax when he’s around.

Jang Hyunseung is a sweetheart, you can be sure of that. He’ll definitely be the nicest of the bunch and will look out for you. I even have a feeling he’ll be the one fending off Yoseob’s and Dongwoon’s excitement, pacifying Junhyung’s curiosity, and calming down Doojoon’s worries.

Yong Junhyung will no doubt be highly amused that Kiwkang has finally been charmed by a female and will be interested to see who the girl with the magic touch is. He’ll be observing you well, but don’t be nervous. He won’t bite.

Where Junhyung will be curious, Yang Yoseob will be ecstatic, highly ecstatic. He’s been good friends with Kikwang for years and he’ll be excited to see how well you fit with his friend. He will want to know every single detail of how you met his friend up to when he asked you to be his girl. Every. Single. Detail. Every. As in. Every. Thing.

Family: Not much is known on the Lee family and how they would take to Kikwang having a girlfriend. A tried and true method however is to not overstress yourself in trying to impress them and just be yourself. You might not make a splash of an impression at first but acceptance and respect is better earned than forcibly taken.

In the Bedroom: Wow is the first thing I can say. Let’s see, I bet he would be unbelievable and impressive. No doubt there’s going to be a lot of teasing involved, lots of experimenting and plenty of foreplay. Since he works out, I’m sure he has a lot of stamina (*wink wink*). Also, he’d definitely make sure you’re satisfied in more ways than one. He also seems to be the kinky and dominating type, so you better be ready. (*author cackles*)

Conclusion: With ladies around him, it’s going to be a challenge to get this cutie’s attention at first but persistence always pays off, not to mention playing hard-to-get. You don’t need to be flashy to really get him though. Life in the entertainment industry is hard and idols are always pressured to look good and act properly on camera. So it’s all a matter of understanding him and expressing the fact that you care about who he really is more than what he looks like or what his job is. Isn’t that what everyone really likes? To go home at the end of the day to someone who loves them for the inside and not on the outside.


~ Son Dongwoon ~

Appearance: Dongwoon might not look the stereotypical maknae, but his foreign looks don’t fall short on the tree of hotness (Amen to that). He’s also quite tall and has striking makes-you-melt-into-a-puddle eyes that crinkle at the sides when he shows that gorgeous smile of his. He’s like a godly statue come to life and add to that his voice, which is really deep and quite soothing to the ears, and you’ll seriously wonder where he’s been all your life.

Personality: The BEAST maknae might seem quiet and a little withdrawn during most interviews and shows and sadly, it’s actually quite easy for others (except me! *boasts about it*) to not notice him since he lacks the aegyo and easygoing-ness typical maknaes (and Yoseob) have. But that doesn’t define who he is when off-cam. He’s slowly but surely showing his playful and funny side so wait a while for this cutie and it’s going to be way hard to tear your eyes (and hands) away.

Money Matters: Dongwoon and BEAST are climbing up, up, and up, so there’s no sign of you having a fiscal crisis any time soon. On the other hand, you both can think of something else to support your life together and I’m sure Dongwoon won’t let you down. Also, Dongwoon’s family is rumored to be loaded. I’m sure in dire times the in-laws can help out.

Around the House: Being the youngest of a group of six, Dongwoon is most likely used to doing chores for his hyungs. Poor him, I know, but on the upside it’s good training for when he shares a home with you. I have a feeling he’s not the messy type since, as I said, he’s the youngest of six males and no doubt has to keep himself clean to lessen the burden of cleaning stuff up for his hyungs. (Aww…)

Competition: If you don’t know who the B2uties are, then you should very well be informed right now. They are the awesome fans that love our dear BEAST boys. They’re the first step you must overcome.

Then there are the boys themselves. There’s KiWoon, DongSeob, DooWoon, JunWoon, DongSeung, pretty much all of them. That’s because everyone just loves the maknae, right?

Fellow BEAST: Let me make it clear that you will be with BEAST’s maknae who has five hyungs looking out for him. I have a feeling though that the five hyungs will be a bit lax on the prodding and scrutinizing because, after all, they’re going to be dealing with their youngest ‘un’s lady. They wouldn’t want to make a wrong impression for their dear maknae’s sake. Be prepared though, because I have a feeling they’ll be giving you guys a lot of advice, whether they are needed or not.

Lee Kikwang will be friendly, believe you me, but he’ll be nosy in ways you won’t expect. It’s not surprising though. Dongwoon and Kikwang are closest in age and he’ll no doubt be ecstatic. More than question you, I have a feeling he’ll prefer giving you tips and giving Dongwoon advice on how to keep you happy (*snickers* why, oh why, must I be pervy when it’s Kikwang’s case?).

Jang Hyunseung, ever the sweetest, will be supportive. He’ll be a bit flail-y though. I mean, he’s not used to seeing his dongsaeng with a woman of his own. He’ll be most respectful of your privacy however, and will leave the room blushing and stuttering when he walks in on something he shouldn’t, unlike the others who would most likely just stare or giggle their asses off.

Yong Junhyung will most likely be the least biased towards you, but even he will show his best side. He’s a bit on the devious side though and you’ll see him with that sexy little smirk on his face watching how you and his dongsaeng interact. He’ll respect your privacy though and is one of the only two people in the group who won’t watch bug-eyed or flail with failure at any sort of PDA between you and Dongwoon.

You’re probably going to get bowled over by Yang Yoseob the first time you meet him, since he’ll no doubt be giddy that the maknae finally got himself a girl. He’ll ask you a million questions, ranging from the simplest to the personal ones, and won’t shut up until you answer them all. Still, underneath the hyperactivity, he’s a caring friend, who just happens to love watching you and his dongsaeng. All the time.

Yoon Doojoon will be most cautious. Since he’s a mix of leader, hyung, and friend rolled into one, you’re going to receive a lot of attention from him as the maknae’s partner. He’ll see if you’re going to be a good match for his dongsaeng, so expect him hovering over you and checking to make sure you’re all right. One thing about him is that he’ll be quite the flail-y failure. I can just imagine him, his mouth opening and closing, not sure what to do or say when he sees any sort of sweetness between you and Dongwoon.

Family: Not much is known on the Son family and how they would take to Dongwoon having a lady. Dongwoon’s father however has shown immense support in all aspects of his son’s career, so you can be sure he will extend that same support in his son’s personal life.

In the Bedroom: Dongwoon is mighty tall, you know. No doubt that brings to mind an old adage saying the taller the male, the bi- oh never mind. I’m sure you get the drift. Anyhow, I can just imagine a little huddle with the BEAST boys, the hyungs teaching Dongwoon all the know-how when it comes to sleeping with a girl, and Dongwoon torn between absorbing all the information and blushing in embarrassment and disbelief. Still, I believe Dongwoon, being his own man, will end up surprising you and come up with quite a few unique tricks. Plus, I think you’re the one who needs to be a bit wary, I mean with those foreign looks, I imagine him getting a bit *ahem* primal to say the least.

Conclusion: Since he’s youngest, Dongwoon must be used to always being taken care of or looked after, and I’m sure he’ll be happy taking care of someone else for a change. He’ll be sweet, romantic, caring and will always be there when you need him. He’ll be the one standing outside your door, roses on hand, an awkward yet adorable smile on his face. He’ll be the lover, the husband, the best friend, the partner-in-crime, the perfect first love and the ideal last.


-THE END-

Cr : @B2STRising